Kurangi Risiko Diabetes Hingga Jantung dengan Mengonsumsi Cukup Serat

Kurangi Risiko Diabetes Hingga Jantung dengan Mengonsumsi Cukup Serat Kredit Foto: Republika

Tubuh membutuhkan asupan serat yang secara alami terdapat pada makanan. Manfaat kecukupan serat juga sangat banyak tidak hanya untuk memelihara kesehatan pencernaan yang kemudian memberikan kesehatan secara keseluruhan.

Dr. Marya Haryono, MGizi, SpGK, FINEM, dokter spesialis gizi mengatakan, serat juga dapat membantu kendalikan kadar gula darah, memberikan rasa kenyang, membantu mengendalikan kadar kolesterol sehingga secara tidak langsung menjaga fungsi jantung yang sehat.

“Manfaatnya memperlambat penyerapan gula, karbohidrat, kolesterol yang kemudian diikat bersama feses jadi lebih mudah dikeluarkan, otomatis mengurangi risiko diabetes, penyakit jantung,” kata Marya dalam peluncurkan Fibe Mini, Kamis (9/9).

Baca Juga: Hipotensi: Tekanan Darah Rendah, Apakah Berbahaya?

Manfaat serat juga dapat banyak membantu menjaga berat badan lebih stabil atau bahkan memudahkan program penurunan berat badan. Terkait saluran cerna, serat sangat penting untuk membentuk struktur yang bagus dan otomatis sensor ke otak juga menjadi bagus.

“Jadi hubungannya timbal balik. Otomatis kerja tubuh lebih baik, mood jadi senang,” tambahnya.

Serat yang cukup akan membantu kerja bakteri baik. Jika dikonsumsi rutin sebagai bagian dari asupan nutrisi sehari-hari, maka serat juga membantu mengurangi risiko kanker usus besar. Namun sayangnya konsumsi serat sebagian orang belum terpenuhi sesuai yang dianjurkan.

Selain konsumsi serat, nutrisi harian juga tetap perlu diperhatikan.  Serat merupakan salah satu elemen penting untuk kesehatan. Dari fakta yang ada, 95 persen orang Indonesia kekurangan konsumsi serat, setiap harinya, mereka hanya konsumsi sekitar 27 persen (8gr dari 30gr anjuran harian) kebutuhan serat harian dari makanan seharu-hari.

Baca Juga: Penting! Olahan Makanan Ini Wajib Dihindari Penderita Tekanan Darah Tinggi

Gaya hidup, terutama pola makan yang tidak seimbang serta rendah serat dapat berujung pada sistem pencernaan yang tidak sehat, sehingga berdampak serius terhadap kondisi kesehatan.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini