Gokil! Perusahaan Indonesia Ini Dapat Pengakuan Di Asia Pasifik!

Gokil! Perusahaan Indonesia Ini Dapat Pengakuan Di Asia Pasifik! Kredit Foto: Taufan Sukma

Di tengah pandemi COVID19 yang menekan perekonomian dan dunia usaha, rupanya masih ada sejumlah perusahaan dalam negeri yang berhasil berkiprah dan mendapatkan pengakuan di level regional dan bahkan internasional. Salah satunya adalah PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, perusahaan asli Deli Serdang, Sumatera Utara, yang berkecimpung di industri cetakan sarung tangan (hand former) berbahan dasar keramik. Terbaru, perusahaan yang telah go public dengan kode saham MARK itu berhasil menjadi salah satu dari lima perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes Asia’s Best 200 Under a Billion pada tahun 2021 ini.

Sebagai informasi, Forbes Asia’s Best 200 Under a Billion merupakan daftar 200 perusahaan terbaik di kawasan Asia Pasifik dengan kategori pendapatan diatas US$ 10 jt dan di bawah US$1 miliar atau Rp14 triliun. Seleksi dilakukan oleh Forbes dengan mempertimbangkan beberapa poin penilaian, seperti debt, sales, EPS (earning per shares) dan juga ROE (return on equity). Nama-nama perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut dikategorikan sebagai perusahaan kelas menengah dengan kinerja di atas rata-rata. Pada tahun ini, ada lima perusahaan Tanah Air, termasuk MARK, yang masuk dalam daftar perusahaan ‘mentereng’ tersebut. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun lalu, di mana ada 13 perusahaan nasional yang berhasil masuk dalam jajaran perusahaan bergengsi itu.

Menyikapi keberhasilan ini, Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh, pun angkat bicara. Menurutnya, keberhasilan MARK masuk dalam jajaran perusahaan kelas menengah yang diakui di Kawasan Asia Pasifik ini merupakan sebuah milestone baru bagi perusahaan. Keberhasilan itu disebut Ridwan juga tak lepas dari catatan positif kinerja perusahaan selama ini, sehingga memiliki daya saing yang kuat, baik di dalam maupun luar negeri “Bahwa keberhasilan kami masuk dalam daftar Forbes Asia’s Best 200 Under a Billion 2021 ini tak lepas dari kerja keras manajemen maupun seluruh karyawan di tengah masa sulit selama pandemi ini,” ujar Ridwan, dalam keterangan resminya, Kamis (9/9).

Tahun ini kinerja MARK memang terbukti ‘kinclong’. Kondisi pandemi justru seolah menjadi berkah tersendiri, yang membuat permintaan cetakan sarung tangan meningkat pesat, baik dari pasar domestik maupun pasar ekspor. Akibatnya, nilai penjualan MARK pun membumbung tinggi. Pada triwulan II/2021, misalnya, nilai penjualan MARK tercatat mencapai Rp472,2 miliar, meningkat hingga 145 persen dibanding penjualan pada triwulan II/2021 yang masih sebesar Rp192,6 miliar. Sedangkan perolehan laba bersih pada saat yang sama juga mencapai Rp155,2 miliar, melonjak hingga 200 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, yang masih sebesar Rp51,7 miliar. “Dengan tren positif yang ada, kami optimistis target penjualan sebesar Rp 1 triliun dengan profit bersih sebesar Rp300 miliar di tahun ini bakal tercapai,” tegas Ridwan.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini