Setelah Vaksinasi Remaja Lebih Berisiko Menderita Masalah Jantung Daripada Dirawat karena Covid-19

Setelah Vaksinasi Remaja Lebih Berisiko Menderita Masalah Jantung Daripada Dirawat karena Covid-19 Kredit Foto: Antara/Fakhri Hermansyah

Vaksinasi sedang gencar dilakukan di seluruh belahan dunia. Target kekebalan kelompok atau Herd Immunity adalah tujuan utama agar kehidupan yang “dirusak” karena pandemi Covid-19 bisa pulih kembali. Dari orang dewasa sampai remaja sudah mendapat “lampu hijau” untuk menerima suntikan vaksin.

Tetapi ada studi baru yang mengungkapkan bahwa remaja lebih berisiko menderita masalah jantung akibat vaksin daripada dirawat di rumah sakit karena covid-19.

Baca Juga: Tetap Bugar di Usia Senja, Ternyata Ini Rahasia Ratu Elizabeth II

Melansir The Telegraph (9/9/2021), sebuah studi mengungkapkan remaja laki-laki enam kali lebih mungkin menderita masalah jantung akibat vaksin daripada dirawat di rumah sakit karena Covid-19

Anak-anak yang menghadapi risiko tertinggi dari "kejadian buruk jantung" adalah anak laki-laki berusia antara 12 dan 15 tahun setelah dua dosis vaksin, menurut penelitian baru dari AS.

Temuan itu muncul ketika Profesor Chris Whitty, kepala petugas medis Inggris, bersiap untuk memberi tahu para menteri tentang apakah ada manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dari memvaksinasi anak-anak.

Pekan lalu, Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI) menyampaikan putusan yang telah lama ditunggu-tunggu, dengan mengatakan "margin keuntungan" menyuntikan vaksin paa anak berusia 12 hingga 15 tahun "dianggap terlalu kecil".

Namun, Sajid Javid, Sekretaris Kesehatan UK, mengatakan dia ingin Prof Whitty dan kepala petugas medis dari Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara untuk mempertimbangkan vaksinasi anak berusia 12 hingga 15 tahun dari perspektif yang lebih luas.

Javid mengatakan akan mempertimbangkan saran dari kepala petugas medis, berdasarkan saran dari JCVI, sebelum membuat keputusan segera".

Baca Juga: Apa Wajar Timbul Migrain Setelah Vaksinasi Covid-19?

Penelitian yang diterbitkan pada hari Kamis dikhawatirkan akan memicu kekhawatiran baru tentang apakah risiko vaksin melebihi manfaatnya bagi anak-anak yang sehat.

Jumat lalu, JCVI hanya dapat merekomendasikan agar suntikan vaksin di antara anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun diperluas hanya untuk mencakup anak-anak dengan kondisi jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan neurologis utama.

Tetapi para menteri dipahami ingin memberikan lampu hijau untuk vaksin anak-anak, dan NHS (National Health Service) telah mulai merekrut ribuan vaksinator untuk sekolah.

Baca Juga: Studi: Pengidap Long Covid Berisiko Sakit Ginjal, Kenali Gejalanya 

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini