Mendadak Kubu KLB Demokrat Moedoko Beberkan Soal Jokowi, Seret Kemenkumham

Mendadak Kubu KLB Demokrat Moedoko Beberkan Soal Jokowi, Seret Kemenkumham Kredit Foto: Antara/Endi Ahmad

Penggagas KLB Demokrat Deli Serdang Darmizal merespons pernyataan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Nicho Silalahi soal dugaan keterlibatan Presiden Joko Widodo dalam konflik tersebut.

Dirinya pun membantah pernyataan itu dan menyebut Nicho menggunakan logika sesat.

Baca Juga: Duh! Anak Buah AHY Bikin Malu, Acara Orang Digeruduk Kaya Preman, Banyak Belajar Mas!

"Saya pastikan tidak ada pengaruh atau intervensi dari Presiden Joko Widodo. Buktinya, permohonan kami untuk dapat pengesahan hasil KLB ditolak Menkumham pada 31 Maret 2021,” kata Darmizal kepada GenPI.co, Senin (13/9).

Hal itu membuktikan pihaknya taat aturan hukum dan memutuskan untuk melanjutkan perjuangan ke PTUN.

Terkait dengan Moeldoko yang menjadi ketua umum, menurutnya itu adalah hak warga negara yang dilakukan dalam kapasitasnya sebagai pribadi.

“Apa yang disampaikan oleh Nicho Silalahi adalah kesesatan berpikir yang seharusnya tidak perlu terjadi,” katanya.

Darmizal mengatakan, berkomentar tanpa mengetahui duduk perkaranya. Ini sangat berbahaya, apalagi jika komentarnya mendeskreditkan seorang presiden.

Politisi ini kembali menegaskan bahwa dualisme kepengurusan pada Partai Demokrat adalah murni gerakan suara hati pendiri, kader senior dan tokoh Partai Demokrat yang ingin mengembalikan Partai pada nilai-nilai luhur saat pembentukan.

Para pendiri tersebut tidak ingin Partai Demokrat melupakan sejarah dan mengubah sejarah untuk kepentingan kelompok atau segelintir orang dari keluarga tertentu.

“Terpilihnya Moeldoko pada KLB Sibolangit dengan perolehan suara terbanyak dan demokratis, adalah tahapan awal untuk mengembalikan nilai-nilai luhur tersebut di dalam Partai Demokrat,” katanya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini