Ngabalin untuk Jubir Jokowi? Pengamat: Diksinya Sering Tidak Pas

Ngabalin untuk Jubir Jokowi? Pengamat: Diksinya Sering Tidak Pas Kredit Foto: WE

Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin tidak tepat jika menjadi juru bicara kepresidenan. Direktur eksekutif Emrus Corner itu menyampaikan hal tersebut guna menanggapi kabar tentang Ngabalin bakal menjadi jubir bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Fadjroel Rachman yang segera menempati posisi Duta Besar RI untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan.

Menurut Emrus, jubir kepresidenan harus sosok yang matang dan dewasa dalam berkomunikasi, termasuk untuk urusan memilih diksi. Namun, akademisi Universitas Pelita Harapan itu menganggap Ngabalin bukan figur yang pintar memilih diksi, bahkan sering menimbulkan polemik yang panjang.

Baca Juga: Hina Rizal Ramli, Ngabalin Dapat Serangan Balik: Otak Beda, Bagai Langit dan Bumi

"Bukankah Ngabalin acap kali menggunakan diksi-diksi untuk menjawab pandangan orang lain tentang sesuatu hal dan menimbulkan polemik?" kata Emrus dilansir JPNN.com, Rabu (15/9).

Emrus mencontohkan respons Ngabalin terhadap pernyataan Rizal Ramli akhir-akhir ini. "Pemilihan diksi yang tidak pas. Meski yang mengkritik juga offside, tetapi dijawab juga dengan pilihan diksi yang menurut saya tidak pas," tuturnya.

Emrus juga menegaskan diksi yang dipilih Ngabalin kerap tidak memenuhi unsur pendidikan komunikasi di ruang publik. "Jadi, pilihan diksi itu berpontensi menimbulkan tidak santunnya komunikasi di ruang publik," tutur Emrus Sihombing.

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini