IESR Ungkap Potensi Energi Tenaga Surya di Indonesia Mencapai 19.835 GWp

IESR Ungkap Potensi Energi Tenaga Surya di Indonesia Mencapai 19.835 GWp Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Institute for Essential Service Reform mengungkapkan Indonesia memiliki potensi energi surya yang melimpah. Hal tersebut diketahui setelah melakukan skenario melalui hitungan teknikal potensial berdasarkan data peta dengan batasan kawasan yang memiliki fleksibilitas instalasi panel surya.

“Hasilnya potensi listrik tenaga surya di Indonesia bisa mencapai 19.835 GWp dan dapat menghasilkan listrik sebesar 26.972 TWh/tahun,” ujar Project Manager Clean Affordable, and Secure, Energy (CASE) for Southeast Asia, Agus Praditya Tampubolon, dalam sesi keempat dari Program Pelatihan Virtual bagi Jurnalis tentang Transisi Energi, Kamis, (16/9/2021).

Baca Juga: Indonesia Mulai Beralih Tenaga Surya, tapi Panel Surya Mahal, Apa Penyebabnya?

Agus menerangkan potensi energi surya yang dilakukan dengan skenario melalui hitungan teknikal tersebut dilakukan dengan menggunakan software Quantum Geographycal Information System. Lebih lanjut, dengan menggabungkan dua peta Indonesia yang terdiri peta kawasan potensial pemasangan panel surya dan peta kawasan energi potensial yang dihasilkan.

Dengan menggunakan aplikasi tersebut kemudian dapat dilakukan pemetaan kawasan dan kemudian diklasifikasi berdasarkan warna. Penghitungan potensi surya dinilai lebih mudah karena dengan menggunakan citra satelite dapat terlihat topologi tiap daerah di Indonesia.

“Yang menjadi fokus kita energi surya, seharusnya pengembangan EBT disesuaikan dengan daerahnya. Jadi jangan dipaksakan daerah itu tidak ada pembangkit tertentu tapi dipaksakan,” katanya.

Agus menambahkan besarnya potensi energi tenaga surya berbanding balik dengan dengan data statistik Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM (EBTK) yang pada tahun 2015 yang menujukan total potensi EBT secara keseluruhan sebesar 443,1 GW.

Ada pun dengan spesifikasi energi surya 207,9 GW, energi air 75 GW, energi angin 60,7 GW, bioenergi 32,7 GW, energi panas bumi 29,5 GW, energi mini dan mikro hidro 19,4 GW dan energi arus laut 17,9 GW.

Sedangkan berdasarkan data konsumsi listrik nasional dari Kementerian ESDM pada 2020 sebesar 272,42 TWh/tahun. Dengan memanfaatkan potensi energi surya yang dilakukan oleh IESR melalui skenario hitungan teknikal konsumsi listrik dapat mencapai 26.972/tahun.

“Di EBTKE itu potensi energi surya sebesar 207 GW saat kita hitung lagi 19.835 GWp hampir 80-90 kali lipatnya sebenarnya potensi panel surya untuk satu skenario. Ini menunjukan bahwa potensi surya di Indonesia sangat besar dan belum dimanfaatkan,” pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini