AMVESINDO: Perusahaan Startup Menuju IPO Harus Pertimbangkan Beberapa Faktor

AMVESINDO: Perusahaan Startup Menuju IPO Harus Pertimbangkan Beberapa Faktor Kredit Foto: Unsplash/Rawpixel

Saat ini semakin banyak perusahaan startup yang bertransformasi menjadi perusahaan publik, dengan menawarkan sahamnya di pasar modal (Initial Public Offering). Masyarakat sebagai investor retail, kini bisa merasakan menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Namun, untuk dapat sampai melantai di bursa, ada sejumlah pertimbangan dan tahapan yang harus dilakukan startup. Salah satunya, mengkaji ulang apakah langkah tersebut dapat menjadi strategi pengelolaan dana yang menguntungkan bagi masa depan perusahaan, dan bukan private investor saja.

Baca Juga: Tolak Privatisasi Subholding dan IPO Pembangkit, Ini yang Sudah Dilakukan Serikat Pekerja PLN Group

Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) berbagi perspektif yang berimbang dari kacamata startup, perusahaan modal ventura dan regulator.

Bendahara AMVESINDO, Edward Ismawan mengatakan, perjalanan start up menuju Initial Offering Public atau disingkat IPO berbeda dengan perusahaan konvensional. Hal tersebut bisa terjadi seiring dengan karakteristik startup yang dinamis dan inovatif.

“Jadi faktor seperti peta persaingan, model bisnis,peran sosial ekonomi, dan kecukupan modal ini bisa menjadi tantangan yang dihadapi oleh startup. Karena mereka begitu kompleks dan dinamis jadi perlu adanya bimbingan yang mampu membentuk startup untuk lebih siap bersaing sehingga bisa menjadi perusahaan go public,” ujar Edward.

Ia berharap dengan hadirnya startup yang menuju IPO bisa membuat masyarakat juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dengan membeli saham.

“Tentunya kesempatan ini akan berdampak positif bagi startup untuk menunjukkan performa yang lebih baik. Sebagai pertanggungjawaban kepada masyarakat, serta memperkuat peran masyarakat yang berpartisipasi untuk kelangsungan stratup dan ekonomi bangsa,” imbuhnya lagi.

Saat ini diketahui aset pembiayaan atau penyertaan modal ventura (PMV) Juni 2021 sebesar Rp21 triliun, naik dari sebelumnya Rp19 triliun atau tumbuh sebesar 13,1% yoy. Pembiayaan atau penyertaan saham per Juni 2021 juga meningkat sebesar Rp2,5 triliun atau tumbuh sebesar 24,85% yoy.

 Direktur pengawasan lembaga pembiayaan OJK IKNB, Yustianus Dapot menjelaskan pertumbuhan signifikan pada kegiatan usaha penyertaan saham saat ini naik 93,63% seiring dengan penegakan kepatuhan atas komposisi penyertaan saham dan penyertaan melalui obligasi konversi minimal 15%. Angka ini berpengaruh terhadap total kegiatan usaha modal ventura sumber pendanaan pembiayaan atau penyertaan modal.

“Sumber pendanaan PMV berasal dari pinjaman bank, IKNB dan badan usaha per Juni 2021 sebesar Rp7,221 triliun atau meningkat sebesar 74,76% yoy. Adapun laba pada Juni 2002 1 Mengalami penurunan sebesar Rp177 miliar atau 68,8% yoy, dengan rata-rata ROA PMV sebesar 0,71% dan nilai ROE sebesar 1,4%. Serta jumlah PMV saat ini ada 59 perusahaan,” jelas Dapot.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini