Dikenal Kaya Akan Komoditas Alam, Kini Saatnya Sawit Indonesia Manggung di Dunia Internasional

Dikenal Kaya Akan Komoditas Alam, Kini Saatnya Sawit Indonesia Manggung di Dunia Internasional Kredit Foto: Antara/Akbar Tado

Indonesia memiliki sejarah produsen komoditas alam unggulan nomor satu dunia. Komoditas tersebut di antaranya rempah-rempah, gula, cengkeh, karet. Namun belakangan komoditas unggulan tersebut terus menurun yang disebabkan oleh produktivitas yang menurun, hantaman isu negatif, hingga minimnya inovasi dan riset.

“Sekarang komoditas alam unggulan Indonesia yang bisa diandalankan adalah komoditas kelapa sawit yang termasuk terbesar di dunia. Sudah saatnya sawit melanjutkan kejayaan komoditas alam Indonesia,” ujar Plt Direktur Kemitraan BPDPKS Edi Wibowo dalam Palm Oil Edutalk D.I. Yogyakarta tentang Kupas Tuntas Mitos dan Fakta tentang Kepala Sawit, Sabtu (18/9/2021).

Baca Juga: Pemerintah Bisa Saja Hemat APBN Hingga Puluhan Triliun Jika Manfaatkan Biodiesel Kelapa Sawit

Karena itu pihaknya mendorong kepada semua pihak untuk dapat mengambil peran dalam menjaga eksistensi kelapa sawit agar dapat memberikan sumbangsih perekonomian Indonesia.

Salah satunya dengan memberikan pengetahuan dan fakta objektif mengenai perkebunan sawit sejak dari hulu hingga ke hilir. Termasuk pengetahuan tentang perusahaan sawit nasional dengan memperlihatkan aspek ekonomi dan lingkungan.

“Produk sawit telah mewarnai kehidupan masyarakat yang paling familiar adalah minyak goreng sawit tapi konsumsi olahan sawit dan turunnya lebih luas dalam bentuk sabun, shampo, detergen, lipstik, detergent, kosmetik, personal care, roti, cokelat, creamer, margarin, biskuit,” katanya.

Baca Juga: Tren Ekspor Sawit Bergerak Positif, Ini Salah Satu Penyebabnya

Edi menerangkan persebaran minyak nabati secara global saat ini sudah sesuai dengan kadar geografis dan iklim. Di Eropa misalnya lebih memiliki potensi minyak bunga matahari. Di Amerika memiliki potensi minyak kedelai. Termasuk Indonesia yang memiliki potensi minyak kelapa sawit karena terletak di garis khatulistiwa.

“Sawit komoditas produktuvitas tinggi terbaik dibandingkan tanaman minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai, minyak reksit, minyak bunga matahari,” pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini