PDIP Buka-bukaan soal Capres 2024: Tunggu Kontemplasi Megawati

PDIP Buka-bukaan soal Capres 2024: Tunggu Kontemplasi Megawati Kredit Foto: Instagram/Megawati Soekarno Putri

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku belum ingin membicarakan Pilpres 2024. Partai berlogo kepala banteng moncong putih itu juga enggan mengungkapkan calon presdien dan calon wakil presiden yang akan diusung nanti.

"Calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung pada 2024 tergantung hasil kontemplasi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di masa yang akan datang," kata Sekretaris Jendral PDIP, Hasto Kristiyanto dalam keterangan, Sabtu (18/9).

Mantan sekretaris tim pemenangan Presiden Joko Widodo itu mengatakan, PDIP saat ini fokus pada kaderisasi dan bekerja untuk rakyat. Meskipun, dia tidak memungkiri bahwa akan tiba waktunya PDIP untuk menentukan siapa calon presiden atau calon wakil presiden yang diusung.

Baca Juga: Megawati Senyum-Senyum Cantik Dibilang Lagi Kritis di RSPP

Hasto melanjutkan, seluruh kader PDIP tentu akan menyerahkannya kepada Megawati. Dia meyakini kalau Presiden Kelima RI itu akan memilih pemimpin nasional dengan melakukan kontemplasi, mendengarkan suara rakyat dan mempertimbangkan banyak aspek strategis.

"Untuk menjadi presiden, wakil presiden, atau menteri sekalipun, keyakinan spritual PDI Perjuangan selalu ada campur tangan Yang Di Atas.  Selalu ada suara arus bawah, suara rakyat yang kemudian terakumulasi membentuk keyakinan," ujarnya.

Hasto menyadari sejumlah lembaga survei sudah merilis hasil riset mengenai elektabilitas beberapa kader PDIP. Namun, dia memastikan bahwa PDIP tidak akan menjadikan elektabilitas seseorang sebagai alat ukur pencalonan kepala dan wakil kepala negara.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini