Duh, Kasihan Anak SBY. Mau Unjuk Kekuatan, AHY Malah Dijuluki Primitif: Apakah Mereka Tidak Paham?

Duh, Kasihan Anak SBY. Mau Unjuk Kekuatan, AHY Malah Dijuluki Primitif: Apakah Mereka Tidak Paham? Kredit Foto: Partai Demokrat

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS mempertanyakan pengerahan massa Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), beberapa waktu lalu.

Fernando menilai pengerahan massa itu tidak pantas dilakukan dalam sidang agenda gugatan pihak KLB ke Menkum HAM.

"Apa yang dilakukan merupakan tindakan primitif yang mengandalkan kekuatan massa," kata Fernando EMaS sebagaimana dikutip dari GenPI.co.

Baca Juga: Baru Muncul, Barisan Militan Demokrat Dukung AHY Maju Pilpres 2024

Sebelumnya, juga sempat terjadi pengerahan massa untuk membubarkan acara harlah Demokrat yang dilakukan oleh pendiri pada 10 September lalu. Fernando mengatakan, sebaiknya pihak AHY memperkuat strategi dan data dalam menghadapi gugatan pihak KLB terhadap Menkum HAM.

"Apakah mereka tidak memahami bahwa penegak hukum tidak akan bisa diintervensi oleh pihak mana pun? Karena memegang prinsip walaupun langit runtuh, keadilan harus ditegakkan," katanya.

Kalau percaya dengan penegakkan keadilan, menurut Fernando seharusnya tidak ada upaya melakukan intervensi dengan pengerahan massa. Sebab, tak ada gunanya membangun opini di kepada publik karena yang memutuskan adalah hakim.

"Bertarunglah di pengadilan dengan menghadirkan bukti dan saksi di pengadilan," katanya.

Baca Juga: Kondisi Demokrat Bak Langit dan Bumi! Bersama SBY Bersatu, di Tangan AHY Bercerai-berai

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini