Rocky Gerung Kasih Komentar Keras Membabi Buta: Pola Kerakusan dari Korporasi di Seluruh Indonesia

Rocky Gerung Kasih Komentar Keras Membabi Buta: Pola Kerakusan dari Korporasi di Seluruh Indonesia Kredit Foto: Antara/Reno Esnir

Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan bahwa polemik penggusuran rumahnya oleh Sentul City bukan hanya masalah pribadi. Pasalnya, ada 6.000 orang di daerah tempat tinggal Rocky yang ikut digusur.

"Apa berhak Sentul City menggusur saya dan 6000 orang?" ujarnya dalam video di kanal YouTube Rocky Gerung Official.

Baca Juga: Rocky Gerung Geram Penggusurannya Dianggap Wajar, Apa Karena Kerap Kritik Rezim Jokowi?

Rocky pun memberikan tanggapan terkait pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mewajari pengusiran sang filsuf dari rumah. Apalagi, jika pewajaran itu dikarenakan Rocky yang kerap mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi.

"Di antara 6.000 orang itu juga pasti ada pendukung Jokowi," ungkapnya.

Salah satu yang mengkritik Rocky adalah sastrawan Goenawan Mohamad. Goenawan menuliskan komentar bahwa masalah penggusuran rumah Rocky Gerung bukan bencana nasional.

"Penggusuran rakyat itu bukan bencana nasional. Ada 6000 orang mau digusur itu bukan bencana nasional," tuturnya.

Akademisi itu menilai bahwa komentar-komentar tersebut adalah bentuk kebencian yang diakibatkan oleh fanatisme.

"Penggusuran itu adalah pola kerakusan tanah dari korporasi di seluruh Indonesia," paparnya.

Baca Juga: Gemar Baca Al Quran, Ya Allah.. Pengakuan Rocky Gerung Terungkap Seterang-terangnya..

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini