Puluhan Aktivis Wanita Afghanistan Protes ke Kementerian Perempuan Taliban

Puluhan Aktivis Wanita Afghanistan Protes ke Kementerian Perempuan Taliban Kredit Foto: Getty Images/LA Times/Marcus Yam

Puluhan aktivis perempuan melakukan aksi protes di luar Kementerian Perempuan Afghanistan pada Minggu (19/9/2021). Mereka melakukan aksi protes setelah pemerintahan Taliban menutup kementerian tersebut dan menggantinya dengan Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan.

Staf wanita mengatakan, mereka telah mencoba untuk kembali bekerja di kementerian selama beberapa minggu sejak Taliban berkuasa. Namun mereka diminta untuk kembali ke rumah.

Baca Juga: Suram Pendidikan Afghanistan untuk Para Pelajar Perempuan,Taliban Lupakan Janji?

“Kementerian Perempuan harus diaktifkan kembali. Penghapusan (kementerian) perempuan berarti penghapusan manusia," ujar salah satu pengunjuk rasa Baseera Tawana.

Protes itu terjadi sehari setelah beberapa anak perempuan kembali ke sekolah dasar dengan kelas yang dipisahkan berdasarkan gender. Tetapi Taliban belum memperbolehkan sekolah untuk anak perempuan dari sekolah menengah Afghanistan.

Sementara anak laki-laki dan guru laki-laki sekolah menengah diizinkan kembali ke ruang kelas. “Anda tidak dapat menekan suara perempuan Afghanistan dengan mengurung anak perempuan di rumah dan membatasi mereka, serta dengan tidak mengizinkan mereka pergi ke sekolah,” kata seorang pengunjuk rasa, Taranum Sayeedi.

"Wanita Afghanistan hari ini bukanlah wanita (Afghanistan) 26 tahun yang lalu," kata Sayeedi menambahkan.

Ketika Taliban berkuasa dari periode 1996-2001, perempuan dan tidak diizinkan bersekolah dan bekerja. Selama periode itu, Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan dikenal sebagai polisi moral Taliban.

Kementerian tersebut menegakkan interpretasinya terhadap syariah yang mencakup aturan berpakaian dan eksekusi, termasuk hukum cambuk di depan umum.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini