PDIP Tolak Jokowi 3 Periode, Hasto Bawa-bawa Campur Tangan Yang di Atas

PDIP Tolak Jokowi 3 Periode, Hasto Bawa-bawa Campur Tangan Yang di Atas Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Meski Presiden Jokowi kadernya, PDIP menolak tegas Jokowi 3 periode dan masa jabatannya diperpanjang. PDIP ingin adanya estafet kepemimpinan.

Hal tersebut ditegaskan Hasto, kemarin. Menurut Hasto, PDIP hanya mendukung usulan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dalam wacana amandemen.

“Tidak ada gagasan dari PDIP tentang jabatan presiden 3 periode atau perpanjangan masa jabatan,” tegas Hasto.

Baca Juga: Sekjen PDIP Blak-blakan: Megawati Memohon Petunjuk Tuhan...

Meski Jokowi merupakan pemimpin yang merakyat, mampu bekerja dengan baik, berprestasi, dan visioner, pekerjaan rumah PDIP bukan soal sosok. Melainkan estafet pembangunan yang sudah dikerjakan Jokowi. “Instrumennya melalui haluan negara,” ujarnya

Hasto mencontohkan, jejak sejarah abad ketujuh. Yakni pembangunan Candi Borobudur. Monumen bersejarah itu menghabiskan waktu 100 tahun dalam proses pembangunannya. Bercermin dari hal ini, PDIP ingin pembangunan negara berkelanjutan.

“Kalau dulu bisa, mengapa sekarang tidak bisa. Sekarang karena kita tidak punya haluan. Maka ganti kepemimpinan, berganti juga kebijakannya,” ujar politikus kelahiran Yogyakarta 55 tahun silam ini.

Terkait capres 2024, Hasto mengatakan, PDIP belum membahas siapa yang akan diusung sebagai capres. Alasannya, karena masih fokus pada penanganan pandemi.

 

Lagipula, soal capres, PDIP menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, Megawati akan memilih pemimpin nasional lewat kontemplasi, mendengarkan suara rakyat, dan mempertimbangkan banyak aspek strategis.

“Untuk menjadi presiden, wakil presiden, atau menteri sekalipun, keyakinan spritual PDIP selalu ada campur tangan ‘yang di atas’. Selalu ada suara arus bawah, suara rakyat yang kemudian terakumulasi membentuk keyakinan,” cetus Hasto.

Penolakan Jokowi 3 periode juga datang relawan Jokowi Mania alias JoMan. Ketua JoMan, Immanuel Ebenezer menyebut wacana presiden 3 periode sudah tak relevan. Jika Jokowi mengamini usul perpanjangan masa jabatan presiden dan presiden 3 periode, pihaknya akan melawan.

“Kalau Jokowi mengaminkan gagasan 3 peirode, lawannya ya kita. Beliau sadar dan paham akan itu. Jokowi tidak mau mengecewakan pendukung soal kekuasaan. Beliau teruji tidak haus kekuasaan,” kata pria yang akrab disapa Noel di Surabaya, kemarin.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini