Ekonom Indef Soroti Kenaikan Emiten Perusahaan Pakan ketika Peternak Ayam Alami Kesulitan

Ekonom Indef Soroti Kenaikan Emiten Perusahaan Pakan ketika Peternak Ayam Alami Kesulitan Kredit Foto: Antara/Basri Marzuki

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin menyoroti perbedaan nasib antara peternak ayam dan perusahaan pakan ketika harga jagung melonjak di tengah pandemi.

Ia menceritakan, sebelumnya peternak asal Blitar, Suroto, sempat ditangkap polisi karena membentangkan poster bertuliskan 'Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar' di depan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Panggil Suroto Peternak Ayam ke Istana, Yang Lainnya Gimana, Pak?

"Pak Suroto membentangkan poster di depan Presiden, kebetulan Presiden baca. Pak Surotonya sih ditangkap polisi. Tapi [akhirnya] diperintahkan suruh dilepas dan diundang ke Jakarta," kata Bustanul dalam Diskusi Publik INDEF, Senin (20/9/2021).

Poster Pak Suroto tersebut berangkat dari kondisi harga jagung yang melonjak. Padahal, jagung merupakan komponen utama bahan baku pakan ayam dengan porsi sekitar 50-60%. "Pak Suroto cerita pernah sampai Rp5.000-Rp7.000, dan itu ketinggian bagi peternak," imbuhnya.

Oleh karena itu, Presiden memerintahkan agar harga bahan baku jagung bagi peternak turun ke angka Rp4.500.

Di sisi lain, Bustanul menyadari catatan emiten perusahaan pakan yang mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini. Dalam paparannya, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatat pendapatan sebesar Rp10,76 triliun. Angka ini meningkat 11,5% dibanding pendapatan perusahaan tersebut pada kuartal I-2020, yakni senilai Rp9,65 triliun.

Kemudian, emiten PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga mencatat peningkatan pertumbuhan sebesa 28,80% dibandingkan semester I-2020. Pada semester I tahun ini, perusahaan tersebut memperoleh pendapatan sebesar Rp25,46 triliun.

"Rupanya, emiten dari perusahaan pakan itu lompat. CPIN, JFTA, itu melonjak dua besar raksasa. Sementara, peternak sampai harus demo di depan presiden, mereka berdua menikmati kinerja emiten yang cukup bagus. That's something," ujar Bustanul.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini