Siasati Pandemi, Industri Asuransi Wajib Masuk Ekosistem Perbankan dan Teknologi Digital

Siasati Pandemi, Industri Asuransi Wajib Masuk Ekosistem Perbankan dan Teknologi Digital Kredit Foto: Allianz Life

PT Allianz Life Indonesia menilai potensi pasar asuransi di Indonesia masih sangatlah besar. Hal ini didasari oleh jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 260 juta jiwa dimana sebagian besarnya kelas menengah dan usia produktif. Apalagi Indonesia tengah mengejar peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta masuk 10 besar negara dengan perekonomian tertinggi di dunia pada 2030.

Direktur & Chief of Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia Bianto Surodjo meyakini, potensi pasar industri asuransi masih sangat besar, meskipun saat ini Tanah Air dilanda pandemi Covid-19.

Menurutnya untuk melewati masa pandemi, industri asuransi harus memanfaatkan digitalisasi. Oleh sebab itu, membangun infrastruktur digital menjadi hal yang wajib ketimbang membuka kantor cabang. Baca Juga: Simak! Ini Rahasia Allianz Indonesia Tetap Berdaya Tahan di Masa Pandemi

"10 tahun lalu cabang merupakan formula yang besar untuk pertumbuhan bisnis tapi sekarang digital infrastruktur mrupakan hal yang sangat krusial. Walaupun tidak semua bisa diselesaikan secara digital tapi peran digital dari waktu ke waktu menjadi sangat penting," ujarnya dalam webinar Warta Ekonomi bertajuk Collaboratin Digital Banking & Insurance – Synergizing To Survive During & Covid 19 di Jakarta, baru-baru ini.

Selain itu mereka juga harus masuk ke dalam ekosistem industri teknologi digital dan perbankan. Untuk di perbankan salah satunya melalui kerja sama bancassurance yaitu penjualan produk asuransi lewat kantor-kantor perbankan. Sementara untuk perusahaan teknologi digital seperti ecommerce, pelaku industri asuransi bisa bekerja sama memberikan jaminan produk saat ketika pelanggan berbelanja online, dan menjual asuransi mikro.

"Intinya perusahaan asuransi mesti menjadi bagian dalam keseluruhan ekosistem ini dengan bekerjasama dengan perusahaan teknologi digital maupun perbankan. Dengan penetrasi yang sangat rendah yaitu sekitar 2% dari GDP, kalau asuransi bersinergi dengan perusahaan teknologi digital dan perbankan maka akses 100 juta populasi akan menjadi akses yang bagus untuk masuk. Kredibilitas perbankan juga bagus sehingga penerimaan produk asuransi nanti akan lebih bagus," jelas Bianto.

Untuk masuk ke dalam ekosistem itu, lanjut dia, perusahaan asuransi bisa belajar pada industri sistem pembayaran. Titik balik industri payment terjadi 7-8 tahun lalu ketika regulasi uang elektronik yang memudahkan proses KYC, jadi lebih sederhana dari situ inovasi-inovasi mulai timbul.

"Sebenarnya asuransi saat ini pada posisi yang menguntungkan karena banyak sekali yang menggunakan produk digital. Kalau belajar dari situ, produk asuransi yang dpasarkan melalui digital pada dasarnya harus membuat proses onboarding ini jadi mudah. Tentunya ini menjadi tantangan kita karena produk asuransi punya variasi dan kompleksitas berbeda-beda, kita musti start dengan produk yang sederhana," tukasnya.

Terkait kerja sama bancassurance, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah menuturkan, ada dua hal yang harus menjadi perhatian industri asuransi yaitu desain produk dan tenaga pemasar. Baca Juga: Perhatian! Ini Tiga Wejangan OJK Sebelum Jualan Secara Digital

"Pertama, desain produk sesuai, target pasarnya seperti apa. Jangan nanti produknya yang sifatnya umum bisa dijual kemana saja padahal kita tahu segmen ini dijual melalui jalur bancassurance," pungkasnya.

Untuk tenaga pemasarnya, Ahmad Nasrullah meminta pelaku industri mendidik dengan baik dan benar tenaga pemasarnya. Mereka harus menjelaskan sedetail dan setransparan mungkin produk yang mau dijual baik kelebihan dan risikonya.

"Karena dari pengaduan-pengaduan yang masuk ke kami khususnya terkait bancassurance itu hampir sebagian besar mereka katakan tidak dijelaskan secara detail. Yang dijelaskan yang baik-baik saja, yang jadi masalah pokok dan dispute mereka tidak dijelaskan. Jadi tolong beri informasi yang detail. kami di OJK ada unit market conduct, disinilah kami melihat prilaku dari para agen dalam mnjual produk asuransi ke nasabah karena sebagian kasus besar awal mulanya disini," tutur dia.

Asal tahu saja, dalam kerja sama bancassurance, Allianz Life baru saja berkolaborasi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten Tbk (bank bjb) guna memperluas jangkauan perlindungan dan penyediaan akses asuransi hingga ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

"Strategi ini dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan mitra bisnis salah satunya bank bjb, sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah terbesar di Indonesia,” ungkap Bianto. Baca Juga: Allianz Indonesia Gandeng bank bjb dalam Kerja Sama Bancassurance

Sebagai bagian penting dari kolaborasi ini, Allianz Life Indonesia dan bank bjb menghadirkan dua produk, yaitu asuransi jiwa unit link Proteksi Optima Care dan asuransi jiwa unit link Proteksi Maxima Care. Dengan tersedianya kedua produk ini, nasabah bank bjb dapat mengakses dan menikmati manfaat perlindungan dengan berbagai pilihan yang komprehensif sesuai dengan kebutuhan. 

Proteksi Optima Care merupakan produk asuransi jiwa unit link yang memberikan solusi perlindungan, disertai potensi pengembangan aset investasi jangka panjang. Produk ini sesuai untuk nasabah yang ingin memiliki proteksi asuransi dan merencanakan keuangan di masa depan dari berbagai risiko kehidupan yang mungkin terjadi.

Proteksi Maxima Care adalah produk asuransi jiwa unit link yang menyediakan solusi efektif dalam perencanaan keuangan di masa depan, dengan hanya menyetor premi satu kali untuk perlindungan disertai potensi aset investasi jangka panjang. Keunggulan produk ini adalah jaminan polis serta alokasi premi untuk potensi peluang investasi yang optimal tanpa diperlukannya biaya top up.

“Harapan kami dengan diluncurkannya produk Proteksi Optima Care dan Proteksi Maxima Care, kami dapat menyediakan solusi perlindungan serta potensi investasi jangka panjang yang sesuai untuk kebutuhan nasabah bank bjb. Kolaborasi yang terjalin ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi nasabah dan rencana masa depan mereka,” papar Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini.

Adapun tenaga pemasar produk asuransi Allianz Life Indonesia difasilitasi dengan sales tool berbasis digital. Dengan demikian nasabah bank bjb akan mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses perlindungan asuransi. 

Selain itu, tersedia juga pilihan untuk melakukan proses pembelian produk asuransi jiwa dengan tatap muka digital yang aman. Pasca pembelian polis, nasabah juga dapat mengakses informasi dan melakukan transaksi, seperti top up dan switch fund secara online melalui portal nasabah Allianz eAZy Connect.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini