Muhammad Kece Babak Belur, Ahli Psikologi Forensik: Ada Kemungkinan Dia Provokatif ke Tahanan Lain

Muhammad Kece Babak Belur, Ahli Psikologi Forensik: Ada Kemungkinan Dia Provokatif ke Tahanan Lain Kredit Foto: JPNN

Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap tersangka kasus ujaran kebencian dan penistaan agama Muhammad Kosman alias Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, salah satu terduga pelaku penganiayaan itu adalah mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel pun menganalisis peristiwa tersebut. Reza menduga ada suatu peristiwa yang menjadi awal dan penyebab dugaan aksi penganiayaan itu terjadi.

"Jadi, coba mundur satu, dua episode, adakah kemungkinan MK (Muhammad Kece) melakukan tindak-tanduk yang provokatif terhadap tahanan lain sehingga terjadi penyerangan balik terhadap dirinya," kata Reza sebagaimana dikutip dari JPNN.com.

Baca Juga: Heboh M. Kece Dihajar Napoleon Bonaparte, Kuasa Hukum Habib Rizieq Ungkit FPI

Reza juga menanggapi penjelasan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto yang mengatakan bahwa Muhammad Kece tidak mengalami luka yang serius.

"Terpikir oleh saya bahwa walaupun kejadiannya menggemparkan, tetapi jangan-jangan ini contoh partial malingering, yaitu seseorang mendramatisasi keluhan fisiknya sedemikian rupa sehingga terkesan ia mengalami penderitaan luar biasa," ujar Reza.

Reza menduga Muhammad Kece telah melakukan partial malingering terkait luka yang dialami akibat dugaan dianiaya.

"Alhasil, bahwa ruang tahanan perlu dikelola secara lebih baik, silakan saja. Namun, pada sisi lain, haruskah kejadian dimaksud memunculkan kehebohan yang amat sangat?" ujar Reza.

Baca Juga: Nasib Muhammad Kece di Penjara Ketemu Napoleon Bonaparte: Yang Kuat Menang, Yang Lemah Babak Belur

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini