Muhammad Kece Dihajar, Anak Buah Rizieq Shihab Bawa-bawa Abu Janda hingga Ade Armando

Muhammad Kece Dihajar, Anak Buah Rizieq Shihab Bawa-bawa Abu Janda hingga Ade Armando Kredit Foto: JPNN

Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai Muhammad Kece pantas mendapat ganjaran yang sangat berat baik di tengah masyarakat maupun di sisi hukum.

Menurut dia dalam hukum islam, hukuman bagi seorang penista agama sangat berat.

"Untuk penista agama tidak ada tebusannya kecuali hukuman mati. Muhammad Kece beruntung masih hidup," kata Novel Bamukmin kepada JPNN.com, Selasa (21/9).

Baca Juga: Seorang Pendeta Sentil Keras Irjen Napoleon Gegara Aniaya M Kece, Isinya Telak!

Namun, lanjutnya, untuk penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Irjen Napoleon Bonaparte di dalam penjara itu harus dilakukan pemeriksaan dengan adil.

Menurutnya, pasti ada sebab akibat yang memudahkan hal itu terjadi. Novel Bamukmin berpendapat, sejak awal seharusnya Muhammad Kece dimasukkan ke dalam sel isolasi.

"Dia pasti akan menjadi sasaran para tahanan lain, kasusnya sangat sensitif. Jadi, jangan disalahkan kalau ada yang terpancing untuk menghakiminya," lanjutnya.

Novel Bamukmin juga menyebutkan Muhammad Kece yang diduga dihajar Irjen Napoleon Bonaparte itu sebagai perwakilan amarah umat islam yang tidak terima agamanya dihina.

Baca Juga: Serang Anies Habis-habisan, Giring Ganesha Kena Hajar Sana-sini: Hati-hati!

Dia juga mengatakan kasus penistaan agama bisa saja semakin meluas dan menjadi penghakiman oleh massa jika tidak ditangani dengan tegas.

"Hal ini bisa saja penghakiman jalanan terhadap kasus dugaan penistaan agama yang lain tidak diproses seperti Sukmawati , Abu Janda, Muwafiq, dan Ade Armando. Mereka bisa saja dieksekusi dijalanan oleh massa, karena di sel saja bisa lolos penganiayaan, apalagi di jalanan," tuturnya.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini