Waspada! Peneliti Mendeteksi Malaria yang Kebal Terhadap Obat Utama

Waspada! Peneliti Mendeteksi Malaria yang Kebal Terhadap Obat Utama Kredit Foto: Pexels/icon0.com

Dunia saat ini sedang berusaha bangkit dari krisis akibat pandemi Covid-19 yang juga statusnya belum dicabut. Di tengah gencarnya usaha vaksinasi untuk mewujudkan kesehatan pada masyarakat, ‘masalah’ kesehatan baru mulai bermunculan.

Para peneliti telah mendeteksi adanya malaria yang resisten atau kebal terhaap obat utama ari penyakit tersebut.

Melansir laman AP News (22/9/21), Para ilmuwan telah menemukan bukti bentuk resisten (kebal) malaria di Uganda, sebuah tanda yang mengkhawatirkan bahwa obat utama yang digunakan untuk melawan penyakit parasit pada akhirnya dapat menjadi tidak berguna tanpa tindakan lebih lanjut untuk menghentikan penyebarannya.

Para peneliti di Uganda menganalisis sampel darah dari pasien yang diobati dengan artemesinin, obat utama yang digunakan untuk malaria di Afrika dalam kombinasi dengan obat lain.

Mereka menemukan bahwa pada 2019, hampir 20% sampel memiliki mutasi genetik yang menunjukkan bahwa pengobatan itu tidak efektif. Tes laboratorium menunjukkan butuh waktu lebih lama bagi pasien untuk menyingkirkan parasit yang menyebabkan malaria.

Bentuk-bentuk malaria yang resistan terhadap obat sebelumnya terdeteksi di Asia, dan para pejabat kesehatan dengan gugup mengamati tanda-tanda di Afrika, yang menyumbang lebih dari 90% kasus malaria dunia. Beberapa jenis malaria yang resistan terhadap obat sebelumnya telah terlihat di Rwanda.

“Temuan kami menunjukkan potensi risiko penyebaran lintas batas di seluruh Afrika,” tulis para peneliti di New England Journal of Medicine, yang menerbitkan penelitian tersebut pada hari Rabu.

Malaria disebarkan oleh gigitan nyamuk dan membunuh lebih dari 400.000 orang setiap tahun, kebanyakan anak-anak di bawah 5 tahun dan wanita hamil.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini