Erdogan Ingin Amerika Sehatkan Kembali Hubungan dengan Turki Sebelum...

Erdogan Ingin Amerika Sehatkan Kembali Hubungan dengan Turki Sebelum... Kredit Foto: Instagram/Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hubungan Turki dengan Amerika Serikat (AS) saat ini tidak sehat. Dia menilai Washington perlu menyelesaikan masalah atas pembelian sistem pertahanan S-400 dari Moskow oleh Ankara.

Hubungan Turki-AS telah terganggu dengan ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. Akhir tahun lalu, AS memberlakukan sanksi terhadap Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia dan mengeluarkan negara itu dari program F-35 yang dipimpin NATO untuk mengembangkan jet tempur canggih.

Baca Juga: Erdogan: Taliban Sebenarnya Krisis Kepemimpinan Inklusif, tapi Turki...

AS juga membuat marah Turki dengan dukungan militernya untuk kelompok-kelompok Kurdi di Suriah yang dipandang sebagai ancaman bagi keamanan nasionalnya.

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa proses yang sehat sedang berjalan dalam hubungan Turki-Amerika … Kami membeli F-35, kami membayar 1,4 miliar dolar AS dan F-35 ini tidak diberikan kepada kami. Amerika Serikat harus terlebih dahulu menyelesaikan masalah ini," laporan Haberturk mengutip Erdogan mengatakan kepada wartawan setelah menghadiri Majelis Umum PBB di New York.

Erdogan mengatakan, Ankara akan memenuhi kebutuhan pertahanannya dari tempat lain jika Washington tidak membantu. Pembelian S-400 oleh Turki tunduk pada Countering America's Adversaries Through Sanctions Act yang berusaha untuk menghukum setiap pemerintah asing karena bekerja dengan sektor pertahanan Rusia.

Turki telah menyatakan hanya mencari sistem buatan Rusia setelah mencoba dengan tanpa hasil untuk membeli sistem pertahanan rudal Patriot.

"Turki memiliki banyak peluang selama dekade terakhir untuk membeli sistem pertahanan Patriot dari AS dan sebagai gantinya memilih untuk membeli S-400, yang memberikan pendapatan, akses, dan pengaruh Rusia," kata Juru Bicara Pentagon John Kirby awal tahun ini.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini