Resmi Diluncurkan, Tokko Ajak UMKM Bangkit Lewat Platform Digital

Resmi Diluncurkan, Tokko Ajak UMKM Bangkit Lewat Platform Digital Kredit Foto: Fajar Sulaiman

Tokko, platform bisnis online untuk UMKM mengajak para pelaku UMKM untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19 dan mengambil kesempatan dalam mengembangkan bisnis di platform digital melalui aplikasi Tokko yang bisa diunduh di Google Play Store.

Lorenzo Peracchione, Founder & CEO Tokko, mengatakan, Tokko membuka akses ke konsumen sehingga pedagang akan mudah meningkatkan jumlah pelanggan dengan lebih cepat.

"Kami tim Tokko akan mendukung Anda semua. Karena kami percaya bahwa bisnis Anda, brand Anda, dan pelanggan Anda, adalah kunci kesuksesan,” ujar Lorenzo dalam peluncuran Tokko secara virtual, Sabtu (25/9/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Bobby Silalahi, VP Community Tokko, menyampaikan 9 dari 10 UMKM yang masih aktif mengakui bahwa pandemi berkepanjangan mempengaruhi pendapatan mereka secara signifikan. Baca Juga: Kolaborasi Kunci Sukses Digitalisasi UMKM

“Tapi di balik semua ini kami melihat secercah harapan. Menurut riset dari Google di akhir 2020, sektor pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat. Sektor ini tumbuh 11% dibanding 2019. Riset ini juga menunjukkan dalam 3 tahun ke depan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan tumbuh sekitar 3 kali lipat. Inilah kenapa go digital adalah jalan yang tepat,” ungkapnya.

Problematikanya, pedagang saat masuk ke platform e-commerce berhenti pada aktivitas menaruh foto produk barang di dalamnya. Hal ini tentu tidak cukup untuk membangun bisnis jangka panjang yang berbasis pelanggan.

“Berjualan di e-commerce mirip seperti berjualan di pujasera, semua toko terlihat serupa dengan menu yang hampir sama. Kalau ada satu menu yang kemahalan, maka pelanggan akan pindah ke lapak dengan harga lebih murah,” tutur Bobby memberikan gambaran situasi pedagang online yang terjebak pada siklus perang harga yang tidak berujung.

Menurutnya, kebanyakan pelaku UMKM kini menjemput bola dengan menjual langsung ke pelanggan melalui aplikasi messenger atau media sosial. Tapi tentunya semua ini merepotkan karena semua operasional dilakukan secara manual dari mencatat pesanan sampai memeriksa transaksi pembayaran. Baca Juga: Bangkitkan UMKM dari Keterpurukan, OJK Andalkan 8 Jurus ini

Melihat kondisi tersebut, Arlan Andhika VP Business Development Tokko, mengatakan, melalui aplikasi Tokko, pelaku UMKM bisa membuat website resmi mereka sendiri hanya dengan bermodalkan smartphone saja.

Salah satu keunggulan dari memiliki website resmi sendiri adalah, identitas brand pelaku UMKM akan tertap terjaga. Ini jelas berbeda dengan berjualan di e-commerce atau marketplace yang hampir tidak memperhatikan branding. 

“Lalu yang paling penting, setelah memiliki website resmi, kita akan membangun hubungan yang terus-menerus dengan pelanggan. Dengan Tokko ada fitur daftar pelanggan yang memudahkan kamu menghubungi pelanggan setia kamu,” tambah Radix Juniardi Hidayat, Lead Product Manager Tokko.

Selain itu Tokko juga sudah terintegrasi dengan berbagai macam opsi pengiriman baik regular, ekspres, same day, sampai instan yang disediakan oleh partner logistik mereka. 

Fitur terbaru dari Tokko yang tidak didapatkan di platform lainnya adalah, para pelaku bisa mengelola iklan online yang sudah terintegrasi dalam platform Tokko seperti iklan Facebook, Instagram, dan Google untuk menjangkau pelanggan baru.

Selain itu, Tokko juga bekerjasama dengan Kaya ID untuk memajukan UMKM melalui bimbingan dan pelatihan branding yang kuat di Kaya ID selaku inkubator bisnis. Baca Juga: Seberapa Penting Engagement Instagram Bagi Bisnis Online?

Nita Kartika Sari, CEO Kaya ID menegaskan bahwa memiliki toko online resmi adalah kunci menuju kesuksesan. “Karena dengan menggunakan fitur di dalam Tokko, kita bisa tahu konsumen kita kesukaannya apa saja, produk yang paling disukai apa saja, semua data konsumen kita ketahui. Selain biaya platform yang dikenakan di Tokko memang tidak semahal e-commerce atau marketplace lainnya,” tutupnya.

Asal tahu saja, UMKM merupakan pilar  terpenting dalam perekonomian Indonesia. Per 2020, data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menunjukkan kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07% dan mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja di Indonesia.

Melihat besarnya kontribusi tersebut, sudah saatnya pemerintah, pihak swasta, dan lembaga terkait berkolaborasi bersama-sama untuk membangkitkan sektor UMKM. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kanal digital/ digitalisasi UMKM.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini