Fakta Mencengangkan Pendiri Evergrande: Sudah Kantongi Dividen Rp114 T, Masih Peras Uang Karyawan!

Fakta Mencengangkan Pendiri Evergrande: Sudah Kantongi Dividen Rp114 T, Masih Peras Uang Karyawan! Kredit Foto: Twitter/QuickTake

Pendiri Evergrande Group, Hui Ka Yan telah dilaporkan oleh Forbes mengantongi dividen sebesar USD8 miliar (Rp114 triliun). Padahal, perusahaannya tengah terlilit utang gila-gilaan sebesar USD300 miliar (Rp4.277 triliun).

Hui telah menerimadividen secara tunai sejak IPO Evergrande 2009 di Bursa Efek Hong Kong, menurut laporan Forbes. Sementara itu, total kewajiban pengembang properti ini meningkat setiap tahun sejak go public, tetapi mereka malah membayar dividen kepada Hui setiap tahun kecuali 2016.

Dikutip dari Taiwan News di Jakarta, Senin (27/9/21) Evergrande mendorong pasar perumahan China ke ambang bencana ketika memperingatkan bank bahwa mereka tidak bisa melakukan pembayaran utang yang jatuh tempo bulan ini. Perusahaan masih berutang sekitar 1,6 juta apartemen yang belum selesai kepada pembeli yang sudah membayar uang muka.

Baca Juga: Pendiri Evergrande, Hui Ka Yan Bakal Tetap Jadi Miliuner Meski Perusahaannya Bangkrut karena Utang

Berita itu muncul beberapa hari setelah New York Times mengungkap bahwa Evergrande telah mengancam akan menahan bonus karyawan jika mereka tidak meminjamkan uang tunai ke perusahaan. Bahkan, beberapa pekerja yang tidak dapat menghasilkan uang tunai yang diminta oleh perusahaan, mereka diminta untuk meminta uang kepada teman dan keluarga mereka, sementara yang lain meminjam dari bank.

Para karyawan itu pun memprotes bersama pembeli rumah di luar kantor pusat perusahaan di Shenzhen pada Senin, 13 September 2021 lalu.

“Tidak banyak waktu tersisa bagi kami,” kata seorang karyawan berusia 28 tahun yang tinggal di Hefei. Karyawan itu mengatakan bahwa dia memberikan USD62.000 (Rp883 miliar) dari uangnya sendiri ke dalam lengan investasi perusahaan, atas permintaan manajemen senior.

Berdasarkan Forbes Real Time Net Worth hari ini, Hui Ka Yan memiliki harta USD11,1 miliar (Rp158 triliun). Tetapi perusahaannya malah masih memeras uang karyawan yang tidak seberapa.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini