Dukungan untuk Ganjar Pranowo Meluas, PDIP: Kader Harus Tahu Diri

Dukungan untuk Ganjar Pranowo Meluas, PDIP: Kader Harus Tahu Diri Kredit Foto: Instagram/Ganjar Pranowo

Maraknya dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024, menjadi ujian besar untuk kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Apakah ikut cawe-cawe, atau fokus bekerja sesuai instruksi partai.

"Kader partai yang teruji adalah kader yang mampu menginternalisasi nilai dan prinsip yang dijalankan partai," ujar politisi PDIP, Hendrawan Supratikno, dilansir Rakyat Merdeka.

Baca Juga: Sanksi PDIP demi Cegah Konflik Internal Puan Vs Ganjar, Ini yang Diwanti-wanti Pengamat

Pernyataan ini untuk mengingatkan seluruh kader PDIP yang mulai kasak-kusuk urusan Pilpres 2024. Seperti pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Purworejo, dikabarkan tidak hanya mendukung Ganjar, bahkan siap dipecat jika dukungan itu dinilai pelanggaran.

Ihwal ini, Hendrawan mengingatkan tentang jati diri dan watak partai yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Di antaranya, kewajiban seluruh kader menaati peraturan dan keputusan partai.

Anggota Komisi XI DPR ini tak bosan-bosannya menjelaskan, urusan Pilpres 2024 itu hak preogratif Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri, sesuai amanat dari Kongres V PDIP di Bali 2019. Dia meng­ingatkan kepada seluruh kader agar tahu diri.

"Yang diomongin Pilpres. Ini bukan Pemilihan Bupati Purworejo. Jadi, ilmu tahu diri dan empan papan atau kesadaran seseorang itu harus dikuasai. Politik itu tidak sekadar deklarasi, aspirasi, atau ambisi," tutupnya.

Sebelumnya, dukungan terhadap Ganjar disampaikan Wakil Ketua sekaligus Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Kabupaten Purworejo, Albertus Sumbogo. Bahkan, Albertus dikukuhkan sebagai Ketua Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Purworejo. "Saya siap dipecat partai jika dianggap salah karena mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden," ujarnya, di Purworejo, Sabtu lalu.

Baginya, Ganjar merupakan sosok yang layak menggantikan Presiden Jokowi di posisi kepemimpinan nasional. Gaya politik dua tokoh itu mirip. "Sambil menunggu Ketua Umum memberikan rekomendasi bagi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Indonesia periode 2024-2029, kami berharap jangan ada pembisik-pembisik yang salah pada Bu Mega," tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto sempat mengingatkan kepada seluruh kader untuk tidak mendahului Ketum Megawati Soekarnoputri ihwal dukungan Pilpres 2024. Bagi yang melanggar, akan mendapatkan sanksi.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini