Ngeri! Sikat Gigi yang Tidak Pernah Diganti Lebih Kotor daripada Dudukan Kloset

Ngeri! Sikat Gigi yang Tidak Pernah Diganti Lebih Kotor daripada Dudukan Kloset Kredit Foto: Republika

Sikat gigi merupakan salah satu alat untuk menjaga kebersihan diri yang paling sering digunakan. Setidaknya, sikat gigi bisa digunakan dua kali dalam sehari untuk membersihkan gigi.

Menurut sebuah studi dari University of Manchester, ada lebih dari 10 juta bakteri yang bisa terkumpul di sikat gigi. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan bakteri yang terdapat pada dudukan kloset, yaitu 50 bakteri per inci persegi.

Jumlah tersebut juga jauh lebih besar dibandingkan lantai kamar mandi umum yang memiliki sekitar dua juta bakter per inci persegi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya mengganti sikat gigi secara rutin. Sikat gigi yang jarang diganti tak hanya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan gigi, tetapi juga kesehatan tubuh secara umum.

Baca Juga: Bahaya! Duh… Kelompok Anti Vaksin Menyuarakan Penderita Covid-19 untuk ‘Menjauh’ dari ICU

"Seiring waktu, bulu sikat gigi Anda akan aus akibat penggunaan, yang akan memengaruhi seberapa baik Anda menyikat gigi," ujar co founder perusahaan pengetesan mikrobioma oral Bristle, Brian Maurer, seperti dikutip dari laman Express UK, Sabtu.

Kondisi bulu sikat gigi yang kurang baik akan membuat sikat gigi tak efektif dalam mengangkat plak dan sisa makanan. Hal inilah yang kemudian dapat memberikan dampak buruk bagi kebersihan gigi dan mulut.

Salah satu alasan mengapa sikat gigi bisa memiliki sangat banyak bakteri adalah lokasi di mana sikat gigi disimpan. Salah satu contohnya adalah menyimpan sikat gigi dekat dengan toilet.

"Bila toilet terlalu dekat dengan wastafel (atau tempat menaruh sikat gigi), ada kemungkinan bahwa bakteri yang terlepas ke udara ketika menyiram toilet akan mencapai dan mengontaminasi sikat gigi Anda," jelas para ahli dari Doop.

Baca Juga: Mantap! Penelitian Mengungkapkan Efektivitas Vaksin J&J Meningkat Seiring Waktu

Studi pada 2020 menunjukkan bahwa jumlah bakteri di sikat gigi tampak stagnan pada periode dua hingga12 pekan. Setelah pekan ke-12, kadar bakteri mulai mengalami peningkatan. Berdasarkan studi ini, sikat gigi sebaiknya diganti setiap tiga bulan.

Chief Operating Officer Dentaly, Amanda Napitu, mengatakan aktivitas menyiram toilet dapat memunculkan areosol yang dikenal sebagai toilet plume. Aerosol ini bisa beredar hingga 15 kaki, sebuah jarak yang umum untuk menjangkau satu ruang kamar mandi.

"Kemungkinan Anda menyimpan sikat gigi dalam rentang jarak ini," ungkap Napitu.

Baca Juga: Ternyata karena Hal Ini Covid-19 Berdampak Parah pada Beberapa Orang

Salah satu cara untuk mencegah bakteri kloset menjangkau sikat gigi adalah dengan menutup tutupan kloset sebelum menekan tombol siram.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini