Studi: Antibodi Penetral Virus pada ASI Wanita yang Terinfeksi Covid-19 Bertahan Sampai 10 Bulan

Studi: Antibodi Penetral Virus pada ASI Wanita yang Terinfeksi Covid-19 Bertahan Sampai 10 Bulan Kredit Foto: Freepik.

ASI (Air Susu Ibu) sudah umum diketahui memiliki manfaat kesehatan luar biasa bagi tumbuh kembang anak. Dalam konteks pandemi Covid-19 saat ini, ternyata manfaat kesehatan ASI bisa lebih banyak lagi. Paling tidak studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa ASI wanita yang telah terinfeksi Covid-19 mengandung antibodi penetral virus hingga 10 bulan.

Temuan ini menunjukkan bahwa ASI dapat memainkan peran penting dalam melindungi bayi dari virus corona.

Menghalangi Infeksi Lanjutan

Baca Juga: Sedih! Dokter Ini Sampaikan Curahan Hati Selama Bertugas Menangani Pasien di Masa Pandemi

Melansir laman Independent (27/9/21), Dr Rebecca Powell dari Fakultas Kedokteran Icahn di Rumah Sakit Mount Sinai memimpin penelitian, yang ia presentasikan di Simposium Global Breastfeeding and Lactation pada 21 September.

Dalam penelitian atau studi ini, Tim Powell mengambil sampel ASI dari 75 wanita yang telah pulih dari Covid-19, dan menemukan bahwa 88 persen mengandung antibodi IgA. Dalam kebanyakan kasus, ini dapat memblokir infeksi karena mampu menetralkan Sars-CoV-2.

Sampel juga menunjukkan bahwa wanita terus mengeluarkan antibodi antara 6-10 bulan setelah infeksi, menunjukkan nilai ASI untuk memerangi ancaman di masa depan.

Penelitian ini dapat membantu satu dari 10 bayi di bawah usia satu tahun yang saat ini membutuhkan perawatan rumah sakit yang signifikan jika mereka terinfeksi Covid-19.

Di tempat lain di konferensi tersebut, Profesor Lars Bode University of California, mengulangi bukti ilmiah yang menunjukkan penularan SARS-CoV-2 dari ibu ke bayi melalui menyusui dan penggunaan ASI “sangat tidak mungkin”.

Baca Juga: Bahaya! Duh… Kelompok Anti Vaksin Menyuarakan Penderita Covid-19 untuk ‘Menjauh’ dari ICU

Awal bulan ini, sebuah studi oleh para peneliti University of Florida menemukan bahwa ASI dari ibu yang telah menerima vaksin Covid-19 mengandung antibodi.

Dr Josef Neu, rekan penulis studi dan profesor di Departemen Pediatri dan Neonatologi Fakultas Kedokteran UF, mengatakan ini dapat memiliki pengaruh positif pada tingkat vaksinasi untuk wanita hamil dan menyusui, yang vaksinnya dianggap aman tetapi banyak yang tetap ragu-ragu.

Para ilmuwan menemukan bahwa dalam ASI, ada peningkatan 100 kali lipat dalam antibodi imunoglobulin A, yang memainkan peran penting dalam fungsi kekebalan dan melawan infeksi, setelah dosis kedua.

Baca Juga: Apa Benar Gula Menjadi Penyebab Utama Diabetes? Ternyata…

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini