Dinilai Dekat dengan China, Luhut: Indonesia Punya Kepentingan

Dinilai Dekat dengan China, Luhut: Indonesia Punya Kepentingan Kredit Foto: GenPI

Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa terjadi perubahan pada peta geopolitik dunia.

Menurut Luhut, ada banyak perubahan perjanjian antarnegara, terutama terkait pengelolaan sumber daya dan proyeksi kekuatan. Hal itu dia sampaikan dalam Forum Mahasiswa S3 Indonesia di Prancis (JDI) 2021, Sabtu (25/9).

Baca Juga: Politisi Gerindra Blak-blakan Sebut Luhut Orang Hebat Jika Bisa Lakukan Ini

"Namun, harus kita ingat kalau Indonesia adalah negara berdaulat. Hal itu juga yang sempat saya tulis dalam artikel di South China Morning Post beberapa tahun lalu," katanya.

Luhut mengaku bahwa dirinya sudah memberikan sinyal Indonesia tidak akan berpihak kepada siapa pun. "Kita hanya berpihak kepada kepentingan nasional kita saja," ungkapnya.

Lebih lanjut, Luhut pun membeberkan perihal hubungan Indonesia dengan China yang selama ini dinilai sangat dekat. Menurutnya, hubungan Indonesia dengan negara mana pun harus terjalin dengan baik.

"Dengan China kita dekat, dengan Amerika kita dekat. Abu Dhabi, Jepang, Korea Selatan, semua kita dekat," ujarnya.

Langkah tersebut diambil Pemerintah Indonesia karena sudah diamanatkan dalam UUD 1945. "Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif dan hal itu harus terus dipegang. Kalau kesannya kita dekat sekali dengan China, itu karena kita punya kepentingan," tuturnya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini