BPDPKS Gelar Palm Oil Edutalk Guna Tepis Persepsi Keliru Kelapa Sawit di Kalangan Siswa Yogyakarta

BPDPKS Gelar Palm Oil Edutalk Guna Tepis Persepsi Keliru Kelapa Sawit di Kalangan Siswa Yogyakarta Kredit Foto: Imamatul Silfia

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar acara virtual Palm Oil Edutalk dengan tema Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Kelapa Sawit yang menyasar para insan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (18/9/2021).

Kelapa sawit masih sering mendapat persepsi negatif di kalangan masyarakat. Stigma ini secara terstruktur juga menyasar generasi muda dan peserta didik di sekolah.

Baca Juga: Kementan: Hilirisasi Kelapa Sawit Terus Dilakukan untuk Petani

"Mungkin selama ini yang menarik mitosnya, tetapi fakta tentang kelapa sawit itu yang perlu diketahui bersama," kata Ketua PGRI D.I Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji dalam sambutannya, Sabtu (18/9/2021).

Baskara menyampaikan, kelapa sawit merupakan komoditas yang memberikan devisa bagi negara sekaligus memberikan dorongan besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. "Juga PDRB yang tentu akan membuat kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik," imbuhnya.

Untuk itu, Baskara berharap para guru dan siswa dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengetahui secara mendalam mengenai fakta objektif kelapa sawit. Selain itu, Baskara juga mengimbau agar siswa-siwi yang berperan dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dapat dikenalkan dengan perkebunan dan industri kelapa sawit sehingga dapat menyampaikan informasi yang benar terkait kelapa sawit.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga D.I Yogyakarta Suherman menyampaikan instansi pendidikan dapat menciptakan suatu sinergi yang baik di mana guru dapat berperan menjadi motivator dan PGRI sebagai fasilitator sehingga siswa dapat menerima informasi yang objektif tentang sawit.

"Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa sebagai generasi muda bisa mendapatkan informasi yang detail dan ilmiah tentang kelapa sawit sehingga dapat berkembang pemikiran-pemikiran baru pengelolaan potensi kekayaan alam Indonesia," ujar Suherman.

Kemudian, Wakil Ketua PGRI D.I Yogyakarta Sudarto mengatakan dirinya mendukung apabila nantinya informasi tentang kelapa sawit dapat menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran di instansi pendidikan.

"Seandainya tidak memungkinkan dalam artian khusus kelapa sawit, materi tersebut nantinya bisa menjadi suplemen dalam mata pelajaran tertentu. Kita sesuaikan dengan ciri khas mata pelajaran masing-masing di tingkat sekolah," jelas Sudarto.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini