PAEI Soroti Kelemahan Data Kasus Covid-19 Milik Pemerintah: Berbeda Jauh dengan Kenyataan Lapangan

PAEI Soroti Kelemahan Data Kasus Covid-19 Milik Pemerintah: Berbeda Jauh dengan Kenyataan Lapangan Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menyoroti kelemahan data kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang dimiliki pemerintah. Menurut Ketua Bidang Pengembangan Profesi PAEI Masdalina Pane, terdapat gap perbedaan data milik pemerintah dengan kondisi di lapangan yang kemungkinan mencapai 34%.

"Berapa besar selisihnya? Antara 20 sampai 34%. Ini harus menjadi catatan. Mestinya tidak boleh terjadi gap antara kasus yang ada di lapangan dengan kasus yang dilaporkan secara resmi setiap hari," kata Masdalina dalam dialog virtual KPCPEN, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Ketemu Sama Orang yang Ragu Vaksin Covid-19, Harus Gimana Ya?

Selain itu, ia juga menyoroti upaya testing yang belum menjangkau seluruh kasus suspek Covid-19 di lapangan. Meskipun jumlah testing Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan, namun menurut data PAEI, testing di Indonesia baru menyentuh sepertiga sampai setengah dari total kasus suspek Covid-19.

"Artinya, masih cukup banyak suspek yang belu dites. Kita harus ingat yang harus dites itu prioritas adalah suspek. Jadi, sepanjang suspek ini belum dites; ditunjukkan dengan setiap hari diumumkan oleh pemerintah berapa jumlah suspek, berapa jumlah yang dites; maka itu masih menjadi PR kita," paparnya.

Program tracing juga tak lepas dari hal yang disoroti Masdalina. Berdasarkan data di 49 kabupaten dan kota, tracing yang dilakukan pemerintah baru mencapai 69,7%. Ia menggarisbawahi bahwa angka ini masih berada di bawah angka 80%.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini