China Bersumpah Jauhkan Taiwan dari Kelompok Perdagangan Lingkar Pasifik, Lho Kenapa?

China Bersumpah Jauhkan Taiwan dari Kelompok Perdagangan Lingkar Pasifik, Lho Kenapa? Kredit Foto: Getty Image/AFP/Sam Yeh

Beijing mengatakan pada Rabu (29/9/2021) bahwa pihaknya akan memblokir proposal Taiwan untuk bergabung dengan inisiatif perdagangan Lingkar Pasifik. Alasannya penolakan Taiwan didasari untuk mengakui bahwa negara pulau itu adalah bagian dari China.

“Kami menentang wilayah Taiwan yang berpartisipasi dalam pengaturan perdagangan apa pun yang bersifat resmi atau menandatangani perjanjian perdagangan apa pun yang bersifat resmi,” kata juru bicara Zhu Fenglian kepada wartawan pada briefing dua mingguan, dilansir Associated Press.

Baca Juga: Respons Tak Terduga China Ketika Armada Angkatan Laut Inggris Mejeng di Selat Taiwan

China mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, untuk dikendalikan secara paksa jika perlu. Ia menolak untuk mengakui pemerintah pulau itu dan semakin berusaha untuk mengisolasi pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen yang condong pada kemerdekaan.

Kantor Urusan Kabinet Taiwan mengatakan partisipasi Taiwan dalam kerja sama perdagangan regional didasarkan pada “prinsip satu China.”

Taiwan mengumumkan pada 23 September bahwa mereka telah mendaftar untuk bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik, seminggu setelah China mengajukan aplikasinya sendiri untuk bergabung.

Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) 11 negara, yang mulai berlaku pada 2018, mencakup kesepakatan tentang akses pasar, pergerakan tenaga kerja, dan pengadaan pemerintah. Anggota lainnya termasuk Australia, Kanada, Jepang, Meksiko, Peru, Singapura dan Selandia Baru. Inggris juga telah mulai bernegosiasi untuk bergabung setelah meninggalkan Uni Eropa.

CPTPP awalnya disebut Kemitraan Trans-Pasifik, sebuah kelompok yang dipromosikan oleh Presiden Barack Obama saat itu. Penggantinya, Donald Trump, mundur pada 2017. Presiden Joe Biden belum bergabung kembali.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini