China Pamer Teknologi Militer Kelas Atas, Makin Gak Ada yang Berani Nyenggol?

China Pamer Teknologi Militer Kelas Atas, Makin Gak Ada yang Berani Nyenggol? Kredit Foto: Reuters/CNS Photo

China memamerkan teknologi militer kelas atas yang dulunya sangat rahasia di pertunjukan udara terbesarnya, Airshow Cina yang digelar 28 September-3 Oktober. Negara ini pun menunjukkan ambisinya yang berkembang dalam eksplorasi ruang angkasa dan untuk swasembada dalam pesawat komersial.

"Platform-platform utama yang beroperasi dengan PLAAF – yang sebelumnya telah dioperasikan dengan sangat rahasia – ditampilkan kepada publik untuk pertama kalinya telah menarik banyak perhatian dari audiens internasional," kata editor Janes yang berbasis di Singapura, Kelvin Wong.

Baca Juga: Awas, Pakar Ramalkan PM Baru Jepang Bakal Main Keras ke China

002475300-1633000818-1280-856.jpg

Wong menunjuk ke WZ-7 Xianglong yang merupakan drone pengintai jarak jauh dengan ketinggian tinggi. Ia membandingkannya dengan Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk buatan Amerika Serikat (AS), tetapi dengan spesifikasi mesin yang lebih rendah. WZ-7 telah terlihat beroperasi dari pangkalan udara yang dekat dengan perbatasan Cina-India serta perbatasan Korea Utara dan Laut Cina Selatan.

Cina telah bekerja keras untuk meningkatkan kinerja mesin buatannya sendiri, yang tertinggal dari teknologi Barat. Di pameran itu, untuk pertama kalinya Beijing akan menerbangkan jet tempur J-20 dengan mesin sendiri  Cina. Padahal selama ini Cina kerap menggunakan teknologi Rusia.

Kepala perancang pesawat menyatakan kepada Global Times pada Rabu (29/9), pengujian juga sedang dilakukan untuk dua jenis mesin domestik untuk pesawat angkut Y-20. Pesawat tempur perang elektronik J-16D yang paling mirip dengan EA-18G Growler buatan AS juga dipamerkan di darat. Menurut para ahli kemampuannya dapat membantunya mengikis pertahanan anti-pesawat Taiwan jika terjadi konflik.

Wong mengatakan, setidaknya tiga jenis pengacak sinyal dipasang di pesawat. Fitur itu menunjukkan bahwa masing-masing dirancang untuk mengganggu bagian spektrum elektronik yang berbeda.

Cina juga mengungkapkan sedang mengejar pengembangan drone yang mumpuni. Drone itu disebut-sebut meniru pesawat tanpa awak  siluman versi Loyal Wingman yang serba bisa. Pembaruan ini sejalan dengan proyek saingan di AS, Inggris, Australia, India, dan Rusia.

072930700-1633000957-1280-856.jpg

Selain itu, Beijing juga mengungkapkan pihaknya akan meluncurkan roket tugas berat generasi berikutnya. Armada baru ini cukup kuat untuk mengirim pesawat ruang angkasa berawak ke bulan pada 2028 atau dua tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sedangkan untuk pesawat komersial, Cina meningkatkan upaya untuk menjadi lebih mandiri dalam teknologi utama di tengah ketegangan perdagangan dengan AS.

Aero Engine Corp of China menampilkan model mesin CJ1000 yang berputar dan berukuran penuh yang sedang dikembangkan untuk pesawat berbadan sempit C919, yang pada akhirnya dapat menggantikan mesin CFM International LEAP-1C yang diimpor.

"Dengan pasar domestik yang tak tertandingi dan semakin meningkatnya partisipasi investasi swasta, hanya masalah waktu bagi Cina untuk menyelesaikan hambatan teknologi eksternal," ujar pemimpin redaksi majalah Aerospace Knowledge yang berbasis di Beijing, Wang Yanan.

Pembuat pesawat Barat juga merasa semakin sulit untuk mendapatkan sertifikasi Cina untuk model baru mereka. Mereka akan bersaing dengan pesawat buatan Cina. Airbus A220, Embraer seri E-Jet E2, dan turboprop ATR 42-600 belum disetujui oleh regulator penerbangan Cina meskipun telah beroperasi di tempat lain selama bertahun-tahun.

072649500-1633000805-1280-856.jpg

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini