Periode Oktober 2021: Harga Referensi CPO Meningkat 1 Persen

Periode Oktober 2021: Harga Referensi CPO Meningkat 1 Persen Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Oktober 2021 adalah US$1.196,60/MT.

Harga referensi tersebut meningkat US$11,34 atau 0,96 persen dari periode September 2021, yaitu sebesar US$1.185,05/MT. Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56 Tahun 2021 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

Baca Juga: Harga CPO Sedang Manggung, SSMS Belanjakan Dana Capex Rp302 Miliar dan Jajaki Ekspansi Bisnis

“Saat ini harga referensi CPO telah jauh melampaui threshold US$750/MT. Untuk itu, Pemerintah mengenakan BK CPO sebesar US$166/MT untuk periode Oktober 2021,” kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana, seperti dikutip kemendag.go.id

BK CPO untuk Oktober 2021 merujuk pada Kolom 10 Lampiran I Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 166/PMK.010/2020 sebesar US$166/MT. Nilai tersebut tidak berubah dari BK CPO untuk periode September 2021. Peningkatan harga referensi CPO dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi negara tujuan ekspor dari dampak pandemi sehingga meningkatkan permintaan CPO. 

Sementara itu, berdasarkan pungutan ekspor minyak sawit yang dikelola BPDPKS, sesuai PMK No. 76/PMK.05/2021, untuk periode September 2021, merujuk penetapan harga referensi yang ditetapkan Kementerian Perdagangan maka masuk dalam kelompok tarif di atas US$1.000/ton, yakni pungutan ekspor CPO dikenakan sebanyak US$175/MT.

Sehingga untuk periode Oktober 2021, apabila digabung secara total, kebijakan antara Pungutan Ekspor dan BK CPO, yang dikenakan terhadap produk ekspor CPO menjadi US$341/MT. “Total pungutan sawit dan BK CPO tersebut mendiskon harga CPO sekitar 28,1 persen,” catat laman InfoSAWIT

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini