Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Surge Targetkan Bangun Serat Optik Sepanjang 2.800 Km di Jalur Kereta Api Hingga Akhir 2021

Surge Targetkan Bangun Serat Optik Sepanjang 2.800 Km di Jalur Kereta Api Hingga Akhir 2021 Kredit Foto: Surge
Warta Ekonomi, Bandung -

PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (Surge) melalui anak usahanya PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave) menjalin kerja sama dengan PT Prasetia Dwidharma dan PT Sarida Utama untuk membangun serat optik sepanjang 2.800 Km di pulau Jawa hingga akhir 2021. 

CEO Surge, Hermansjah Haryono mengatakan pihaknya mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur jaringan serat optik sepanjang 2.800 km untuk menjawab kebutuhan yang meningkat akan konektivitas dengan kecepatan tinggi dengan kapasitas awal terpasang mencapai 5,6 Tops dan potensi kapasitas maksimum mencapai 32 Tbps.

Baca Juga: Ini 4 Tips Memilih Internet Super Cepat dan Hemat, Andalan WFH & SFH Selama Pandemi

"Pembangunan jaringan infrastruktur serat optik pada sepanjang jalur rel kereta api ini menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan bagi perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia ke depan," kata Hermansjah kepada wartawan di Bandung, Sabtu malam (2/10/2021).

Saat ini perusahaan telah menyelesaikan segmen pertama pembangunan jaringan infrastruktur serat optik yaitu Jakarta-Bandung dan Jakarta-Bogor. 

"Momen ini merupakan momen bersejarah bagi Surge, Weave, dan juga Indonesia yang menandakan dimulainya era konektivitas berkecepatan tinggi dengan tingkat keamanan yang handal serta harga yang sangat terjangkau. Kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelesaian section pertama proyek ini baik PT KAI (Persero), PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave), Huawei Indonesia, Furukawa, Packetlight, konsorsium kontraktor, dan pihak-pihak terkait lainnya," jelasnya.

"Semoga layanan Weave Connect bisa menjadi solusi atas kebutuhan konektivitas handal bagi para pelaku bisnis dan masyarakat luas di Indonesia dan memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia," tambahnya

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Vicky Fadil

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan