Ikuti 5 Arahan Jokowi, PNM Ulurkan Bantuan Sosial di Desa Adat Sade

Ikuti 5 Arahan Jokowi, PNM Ulurkan Bantuan Sosial di Desa Adat Sade Kredit Foto: PNM

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meresmikan pemberian akses air bersih, pelatihan pembuatan kemasan klaster tenun bagi nasabah PNM, dan pemberian santunan untuk anak yatim di Desa Adat Sade, Desa Lombok Tengah.

Pendistribusian bantuan ini secara simbolis diresmikan oleh Sunar Basuki selaku Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM, Yanuar Alfan selaku Direktur Utama BPRS Patuh Bersama, Lalu Pathul Bakri selaku Bupati Lombok Tengah, dan Lalu Minaksa selaku Kepala Desa Adat Sade.

Baca Juga: Dukung Penguatan UMKM, Askrindo Syariah Jalin Kerja Sama dengan PNM

Akses air bersih dan pelatihan pembuatan kemasan klaster tenun ini adalah salah satu wujud peduli dan bentuk dukungan PNM dalam pemberdayaan masyarakat Lombok Tengah, khususnya pemberdayaan perempuan.

Menenun tidak hanya membutuhkan ketekunan, tetapi juga keinginan untuk melestarikan budaya Indonesia. Sebagian besar masyarakat Desa Adat Sade khususnya perempuan rata-rata adalah penenun. Perempuan penenun di Desa Adat Sade memberikan dampak secara langsung terhadap peningkatan ekonomi sebagai sumber pendapatan untuk perempuan Desa Adat Sade.

Kebersamaan dari masyarakat juga terbangun bahwa menenun tidak hanya untuk menjaga dan melestarikan kain khas suku Sasak dan mengambil makna dari motif kain tersebut untuk beretika dalam kehidupan, tetapi terdapat pesan-pesan kehidupan dan sumber pendapatan yang dapat membantu ekonomi keluarganya.

"Kami (PNM) tidak hanya memberikan akses pembiayaan kepada perempuan prasejahtera, tetapi juga melakukan pendampingan. Pelatihan ini juga bertujuan sebagai daya tarik wisata utama untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah," ujar Sunar, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (4/10/2021).

Bagi Sunar, bantuan yang diberikan PNM kepada perempuan Desa Adat Sade sejalan dengan lima arahan Presiden Joko Widodo demi tercapainya perempuan berdaya, anak terlindungi, dan Indonesia maju. Secara berkelanjutan, PNM memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU), baik secara reguler ataupun klaster yang berdasarkan pada kesamaan wilayah ataupun produk.

Melalui pelatihan pembuatan kemasan klaster tenun di Desa Adat Sade untuk nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 185 orang, PNM berharap ikut berkontribusi dalam rangka membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan bagi para nasabah PNM, sebagai bentuk komitmen PNM untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM, khususnya perempuan.

PNM juga secara berkelanjutan memberikan akses air bersih melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Kegiatan ini ditutup oleh pemberian santunan untuk 25 anak yatim di Desa Adat Sade.

Sunar berharap dengan pengadaan akses sumber air bersiu tersebut dapat membantu kebutuhan air bersih bagi warga Desa Adat Sade yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses sumber air bersih.

"Saya percaya, ketika akses air bersih didapat, warga dapat hidup lebih sehat, kesejahteraan keluarga lebih terjamin dan mampu berkarya lebih baik untuk memajukan kelompoknya," jelasnya.

Sebagai informasi, hingga 4 Oktober 2021 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp3,54 triliun kepada nasabah PNM Mekaar Provinsi NTB dan Rp809,82 miliar kepada nasabah PNM Mekaar di Lombok Tengah. Saat ini, PNM memiliki 3.673 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 443 Kabupaten/Kota, dan 5.006 Kecamatan.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini