Gula Darah Tinggi Bisa Dilihat dari Warna Kulit Ketiak? Ternyata...

Gula Darah Tinggi Bisa Dilihat dari Warna Kulit Ketiak? Ternyata... Kredit Foto: Unsplash/engin akyurt

Penyakit gula darah tinggi ternyata bisa di cek berdasarkan area ketebalan kulit di beberapa bagian anggota tubuh tanpa disadari.

Melansir laman Ayobandung, Senin (4/10) ada sejumlah penelitian yang mengungkapkan tentang kadar gula darah tinggi yang berbahaya.

Menurutt American Diabetes Association (ADA) Diabetes tipe 2, yang biasanya berkembang sekitar usia paruh baya, lebih sering terjadi pada individu yang kelebihan berat badan yang tubuhnya berhenti merespons insulin.

Baca Juga: Pengidap Diabetes Perlu Tahu, Dua Hal Ini Mampu Menurunkan Gula Darah dalam Tubuh dengan Cepat

Selain itu, tanda-tanda awal bahwa kadar gula tidak terkendali mungkin muncul di sekitar leher dan ketiak.

ADA memperingatkan bahwa ketika kadar gula darah tinggi secara tidak normal, area tebal kulit dapat terbentuk di bagian belakang leher atau tangan, ketiak, wajah, atau area lainnya.

ADA mengatakan perubahan kulit ini dikenal sebagai acanthosis nigricans, bisa menjadi tanda resistensi insulin.

National Health Service menggambarkan kondisi kulit seperti terdapat bercak hitam pada kulit yang biasanya muncul di ketiak, leher, atau selangkangan.

“Bisa jadi itu pertanda dari kondisi yang mendasarinya, sehingga perlu diperiksakan ke dokter umum. Gejala utamanya adalah bercak-bercak kulit yang lebih gelap dan lebih tebal dari biasanya,” ungkapnya, pada Senin (4/10)

Lembaga kesehatan lain mengeklaim tekstur kulit mungkin tampak seperti berbeludru dan dapat ditemukan di lutut dalam beberapa kasus.

Baca Juga: Studi Menyarankan Mengonsumsi 2 Porsi Buah Setiap Hari untuk Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Penelitian telah menunjukkan bahwa acanthosis nigricans paling sering terjadi pada orang gemuk, dan pada individu yang tubuhnya memproduksi terlalu banyak insulin.

Lebih lanjut, ADA menyatakan potongan kecil kulit ekstra yang disebut tag kulit, dapat terbentuk di lipatan kulit.

Diabetes tipe 2 telah lama dianggap sebagai kondisi progresif seumur hidup, dengan risiko komplikasi kardiovaskular yang signifikan.

Baca Juga: Pfizer Mulai Mengirimkan Data Vaksin untuk Anak di Kanada

Salah satu efek sampingnya, neuropati, biasanya dimulai pada ekstremitas dan terus meningkat, menimbulkan bahaya pada saraf di sepanjang aliran tubuh. (*)

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini