Wah... Informasi tentang Kanker Payudara Ini Ternyata Adalah Mitos

Wah... Informasi tentang Kanker Payudara Ini Ternyata Adalah Mitos Kredit Foto: GenPI

Penyakit kanker payudara menjadi momok bagi setiap wanita. Sebab, kanker payudara merupakan penyakit mematikan.

Penyakit tersebut, tidak bisa dianggap remeh untuk menunda periksa ke dokter. Sebab pasien umumnya merasa takut untuk memeriksakan diri.

Menurut dr. Farida Briani Sobri, SpB(K)Onk deteksi dini kanker payudara umumnya dilakukan dengan biopsi.

Akan tetapi, sejumlah masyarakat justru punya pandangan keliru soal biopsi.

“Hal itu tidak benar, biopsi tidak membuat tumor menjadi ganas, menyebar, atau pecah,” ucap Farida dalam diskusi daring, Sabtu (3/10).

Baca Juga: Aman! Pengidap Kanker Payudara Bisa Melakukan Vaksinasi Covid-19

Farida mengatakan ada 2 sifat tumor, yakni jinak dan ganas (kanker). Dia mengatakan tindakan biopsi tidak akan mengubah sifat tumor tersebut.

“Pemeriksaan histopatologi melalui biopsi merupakan baku emas dalam diagnosis kanker payudara sehingga biopsi diindikasikan pada pasien dengan massa curiga ganas,” katanya.

Biopsi juga dianjurkan pada pasien dengan klinis yang mengarah pada kecurigaan kanker payudara tetapi hasil pencitraannya kurang konklusif (massa indeterminate).

Dia mengatakan pengobatan bagi setiap kanker payudara bervariasi tergantung pada karakteristik kanker dan kebutuhan pasien.

Baca Juga: Penderita Diabetes Bisa Sarapan di Waktu Ini karena...

“Banyak pasien yang datang kepada saya dengan kekhawatiran payudaranya akan diambil seluruhnya,” katanya.

Namun, dia menegaskan pengobatan untuk kanker payudara terus berkembang, menawarkan pilihan yang lebih banyak kepada pasien dan hasil yang lebih baik.

“Mendapatkan tumor di payudara tidak berarti harus mengangkat payudara seluruhnya,” katanya.(*)

Baca Juga: Vaksinasi saat Hamil Dapat Membantu Mewariskan Antibodi ke Bayi Baru Lahir

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini