Songong! Wilayahnya Dimasuki Kapal-kapal China, Malaysia Layangkan Protes

Songong! Wilayahnya Dimasuki Kapal-kapal China, Malaysia Layangkan Protes Kredit Foto: ANI Photo

Malaysia pada Senin (4/10/2021) memanggil duta besar China untuk Kuala Lumpur untuk menyatakan protesnya terhadap “pelanggaran” kapal-kapal Beijing di wilayah perairannya.

Menyadur laman kantor berita Anadolu Agency, Selasa, dalam pernyataannya pada Senin malam, kementerian luar negeri Malaysia menyampaikan bahwa protes itu atas "kehadiran dan kegiatan" kapal-kapal China, termasuk kapal survei, di Zona Ekonomi Eksklusif Malaysia di lepas pantai negara bagian timur Sabah dan Sarawak.

Baca Juga: Taiwan Catat hingga 52 Jet Tempur China Mondar-mandir di Langit Terlarang

"Posisi dan tindakan Malaysia yang konsisten didasarkan pada hukum internasional, dalam membela kedaulatan dan hak berdaulat kami di perairan kami," ucap kementerian luar negeri Malaysia dalam pernyataannya.

Juni lalu, Malaysia juga melayangkan nota protes diplomatik atas intrusi 16 pesawat Angkatan Udara China atau People’s Liberation Army Air Force (PLAAF) di atas Zona Maritim Malaysia (MMZ).

Angkatan Udara Malaysia mendeteksi penerbangan mencurigakan dari 16 pesawat Angkatan Udara China di kawasan Laut China Selatan pada 31 Mei 2021.

Menurut Angkatan Udara Malaysia, 16 pesawat tersebut masuk ke wilayah udara zona maritim Malaysia, Kota Kinabalu, dan kemudian ruang udara nasional.

Sementara itu, pada 2020, kapal survei China lainnya mengalami kebuntuan selama sebulan dengan kapal eksplorasi minyak yang dikontrak oleh Petronas di dalam zona ekonomi eksklusif Malaysia.

China kemudian mengatakan kapal itu melakukan aktivitas normal.

Kementerian luar negeri Malaysia juga mengatakan bahwa semua hal yang berkaitan dengan Laut China Selatan harus diselesaikan secara damai dan konstruktif. 

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini