RUPTL Lebih Hijau, PLN Siap Tingkatkan Kontribusi EBT

RUPTL Lebih Hijau, PLN Siap Tingkatkan Kontribusi EBT Kredit Foto: PLN

PT PLN (Persero) siap menyambut era baru Indonesia lebih hijau hingga 2030 mendatang. PLN menyatakan siap untuk bisa mendukung rencana pemerintah dalam komitmen menuju Indonesia bersih. PLN mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencapai bauran energi baru terbarukan 23 persen pada 2025.

"PLN pun optimistis dapat mengurangi emisi karbon sebesar 100 juta metrik ton dari proyeksi sebesar 280 juta metrik ton pada 2030 melalui RUPTL hijau ini," ujar Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, dalam Diseminasi RUPTL PLN 2021-2030 Sesuai Kepmen ESDM No.188.K/HK/.02/MEM.L/2021, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga: RUPLT 2021-2030 Resmi Dirilis, Porsi Bauran EBT Capai 51,6 Persen

Untuk mencapai cita-cita target bauran energi dan net zero emission pada 2060, PLN telah menginisiasi beberapa langkah untuk menghadapi tantangan ini. Tak lupa, PLN terus meningkatkan efisiensi, mendorong transisi penggunaan kendaraan listrik, hingga penerapan teknologi pendorong EBT.

"Salah satu langkah strategis yang dilakukan PLN adalah pada 2030 akan mulai mengganti pembangkit-pembangkit tua yang subcritical. Selain itu, melaksanakan program co-firing di PLTU, meningkatkan keberhasilan COD PLTP dan PLTA yang besar kontribusinya terhadap bauran energi. Lalu, program dedieselisasi PLTD tersebar menjadi  PLTS 1,2 GWp dengan baterai. Pembangunan PLTS 4,7 GW dan PLTB 0,6 GW," paparnya.

Zulkifli juga optimistis, ke depannya EBT bukan hanya sebatas energi yang intermiten, melainkan sebagai pemikul beban dasar (baseload) yang akan bersaing dengan energi fosil. "Saat itulah development and application renewable energy akan menjadi kekuatan PLN untuk menjamin seluruh pelosok negeri menyala dengan listrik yang ramah lingkungan," tambahnya.

Selain melakukan langkah percepatan EBT dan mencapai net zero emission, PLN juga berupaya mengatasi oversupply. Di antaranya dengan berperan aktif dalam membangun ekosistem kendaraan listrik untuk mendorong konsumsi listrik yang lebih besar lagi, menangkap peluang captive power, serta mendorong pertumbuhan kelistrikan untuk sektor pertanian melalui program Electrifying Agriculture.

Zulkifli juga menjelaskan, dalam upaya menuju Zero Carbon 2060, pasti akan berdampak pada peningkatan biaya guna menjaga keandalan pasokan dan energi yang lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu kerja sama semua pihak untuk bisa mencari keseimbangan ini.

"Transisi energi ke EBT merupakan upaya bersama antara PLN, pemerintah, dan semua pihak sehingga dampak biayanya agar tidak dibebankan hanya pada PLN maupun masyarakat, melainkan perlu didukung juga oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga donor internasional untuk mewujudkan dunia yang lebih bersih," pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini