Ajib! Produk Kecantikan Ini Kantongi Pendaan Pre-Series A!

Ajib! Produk Kecantikan Ini Kantongi Pendaan Pre-Series A! Kredit Foto: Taufan Sukma

Di tengah tekanan pandemi COVID19, geliat dunia usaha nasional sepertinya tetap terlihat seksi bagi para investor internasional. Terbaru, Base, sebuah perusahaan kecantikan dan wellness direct-to-consumer (DTC), secara resmi mengumumkan kesuksesanya mendapatkan sejumlah pendanaan pra-seri A dari sekelompok investor dengan nominal yang tidak disebutkan. Kelompok investor tersebut dipimpin oleh Skystar Capital, dengan di dalamnya termasuk East Ventures, Antler, serta sekelompok investor baru, iSeed Southeast Asia, Pegasus Tech Ventures, XA Network, dan juga beberapa angel investor lainnya. “Pendanaan ini akan mempercepat kapasitas perusahaan, meliputi teknologi, upaya pertumbuhan, termasuk juga ekspansi distribusi dan pengembangan produk,” ujar Partner dari Skystar Capital, Geraldine Oetama, dalam keterangan resmi perusahaan, Senin (4/10).

Sebagai informasi, Base sejauh ini dikenal sebagai skincare yang menawarkan personalisasi rekomendasi perawatan kulit dengan teknologi eksklusif, yaitu smart skin test. Dengan adanya pendanaan ini, diharapkan Base dapat memperluas penguasaan pasarnya di Indonesia dengan memanfaatkan posisinya sebagai solusi perawatan kulit yang kekinian di masyarakat. “Kita berharap untuk dapat memperluas Base di Indonesia. Skincare adalah segmen pasar yang berkembang pesat di negeri ini dan Base telah memecahkan masalah umum dalam menemukan skincare yang sesuai dengan beragam jenis kulit, goals, dan gaya hidup,” tutur Geraldine.

Dijelaskannya, Base menggunakan teknologi dan data untuk menyediakan layanan skincare personalisasi yang efektif, bebas dari paraben dan juga vegan. Dengan meningkatnya permintaan skincare di masyarakat, dan ditambah dengan pendekatan teknologi dan personalisasi Base yang unik, para investor yakin dan bersemangat untuk membawa Base ke tahap lebih lanjut. “Dengan hubungan langsung yang kami miliki dengan konsumen, Base menjadi ruang aman bagi para konsumen untuk dapat merasa lebih nyaman dengan kulit masing-masing,” ujar Co-founder dan CEO Base, Yaumi Fauziah Sugiharta, dalam kesempatan yang sama.

Dengan adanya dukungan pendanaan dari investor, menurut Yaumi, pihaknya kini semakin bersemangat dalam melanjutkan kemitraan jangka panjang dalam memperkuat posisi perusahaan terkait pengembangan industri kecantikan di Indonesia. Penelitian Euromonitor menunjukkan, industri kecantikan tetap tangguh menghadapi pandemi dibandingkan dengan industri lain yang terkena dampaknya. Pasar kecantikan di Indonesia diprediksi akan mencapai US$10 miliar pada tahun 2025, utamanya didorong oleh kategori perawatan diri (perawatan rambut, perawatan tubuh) dan skincare, dengan tingkat pertumbuhan tahunan yang pesat sebesar enam persen.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini