Panas! Kader PDIP Ultimatum Partai Demokrat: Jangan Sentuh Ibu Megawati!

Panas! Kader PDIP Ultimatum Partai Demokrat: Jangan Sentuh Ibu Megawati! Kredit Foto: JPNN

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan Wanto Sugito angkat suara mengenai pernyataan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Herzaky menuduh Megawati Soekarnoputri menggulingkan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saat menjadi Presiden Keempat RI.

“Sebagai kader banteng, saya sangat tersinggung dengan pernyataan Saudara Herzaky, Jubir Demokrat.  Selain ngawur, Herzaky tidak paham sistem politik saat itu di mana MPR RI kedudukannya sebagai lembaga tertinggi. MPR itu terdiri dari DPR RI dan DPD RI. Jadi kalau mau main tuduh, harusnya ke Amien Rais, bukan ke Ibu Megawati," ujar Wanto dalam siaran pers, Selasa (5/10).

Baca Juga: Pasukan AHY Sebut Megawati Gulingkan Gus Dur, PDIP Bongkar Borok Demokrat, Astaga!

Pria yang akrab disapa Bung Klutuk itu juga menuntut Herzaky meminta maaf secara terbuka. Selain itu, Klutuk mendesak Partai Demokrat untuk mencopot jabatan Herzaky sebagai jubir. Apabila tidak, Klutuk menyatakan kader banteng akan berhadapan dengan partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono itu.

Klutuk mengingatkan kepada Herzaky maupun pihak lainnya di Demokrat agar tak menyentuh Megawati.

"Saya berikan waktu kepada Saudara Harzaky untuk meminta maaf. Jika tidak, maka karma politik akan terus melanda Demokrat seperti pengungkapan kasus narkoba, korupsi berjemaah yang melanda kader-kader muda di mana banyak yang menyebut campur tangan putra kesayangan petinggi Demokrat," ujar dia.

Di sisi lain, Klutuk juga menyarankan kepada Partai Demokrat untuk menjelaskan kemenangan partai tersebut pada Pemilu 2009 naik 300 persen karena penggunaan bansos, manipulasi DPT, penggunaan aparat hukum, dan lain-lain.

“Hasilnya, kader Demokrat banyak yang korupsi karena semua ikut perilaku pempimpinnya yang selalu kedepankan pencitraan. Saya siap debat terkait dengan kecurangan pemilu yang dilakukan Demokrat," ujar dia.

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini