Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Koar-Koar Bakal Laporkan Sri Sultan hingga Luhut, Natalius Pigai: Belum...

Koar-Koar Bakal Laporkan Sri Sultan hingga Luhut, Natalius Pigai: Belum... Kredit Foto: Instagram/Natalius Pigai
Warta Ekonomi, Jakarta -

Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengatakan, sampai saat ini belum mau melaporkan ke kepolisian terkait Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hemengkubuwono X, Menteri Sosial Tri Rismaharani, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono atas dugaan rasialisme ke warga Papua.

"Belum dilaporkan, tapi nanti akan lihat dulu," katanya saat dihubungi Republika, Rabu (6/10).

Baca Juga: Ancaman Natalius Pigai Bikin Panas, Refly Harun: Luar Biasa

Sebelumnya diketahui, Aktivis Papua Natalius Pigai mengancam akan melaporkan balik sejumlah tokoh nasional yang dinilai rasisme terhadap masyarakat Papua. Dia juga meminta Polri bersikap adil.

"Saya akan melaporkan tokoh-tokoh nasional: Sri Sultan, Risma, LBP, Hendro dan kawan-kawan sebagai pelaku rasis kepada rakyat Papua dengan bukti autentik kepada polisi," kata Pigai kepada wartawan, Selasa (5/10).

Sebelumnya, dalam cuitannya di akun twitternya, Natalius Pigai jadi sorotan karena dinilai telah menyampaikan pesan rasialisme terhadap Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pigai membantah hal ini saat dimintai konfirmasi.

"Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan)," demikian cuitan Pigai lewat akun Twitter-nya @NataliusPigai2.

Barisan Relawan Nusantara (BaraNusa) akan melaporkan pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai ke polisi terkait tuduhan ujaran rasisme dan kebencian di media sosial. Pigai dinilai menyampaikan pesan rasialisme dan kebencian terhadap Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan