Mengukur Dampak Ekonomi dari PON Papua

Mengukur Dampak Ekonomi dari PON Papua Kredit Foto: Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Zainudin Amali mengklaim penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua telah memberikan dampak ekonomi yang luar biasa kepada masyarakat setempat.

Amali mengungkapkan para pelaku usaha kecil dan menengah bisa mendapatkan keuntungan hingga empat kali lipat dari biasanya. Tentu saja, ini disebabkan dengan hadirnya kontingen dari 34 provinsi yang terdiri dari 6.116 atlet tamu, dan 923 atlet tuan rumah, Papua.

“Secara ekonomi saya lihat begitu menggeliat, saya melihatnya masyarakat juga bisa aktif berjualan ya. Saya tanya ibu bapak, katanya sebelumnya-sebelumnya misalnya hanya mendapat penghasilan 1, sekarang sampai 3-4 kali lipat. Syukurlah karena mereka senang, mudah-mudahan, ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat yang ada di Papua,” ujar Amali pada Rabu (6/10)

Ia juga menyampaikan perkembangan terkini penyelenggaraan PON XX Papua. Menurutnya hingga saat ini pertandingan-pertandingan sejumlah cabang olahraga di empat kluster tersebut berjalan dengan baik dan lancar sesuai perencanaan.

Bahkan, sejumlah cabor sudah menyelesaikan pertandingan dan atletnya sudah pulang ke daerah masing-masing.

“Sampai dengan saat ini baik itu di klaster Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika, pertandingan berjalan sesuai dengan perencanaan kita, semua dan normal. Tidak ada hal yang sangat signifikan yang mengganggu jalannya pertandingan,” pungkas Menpora Amali.

Baca Juga: Puluhan Atlet Terpapar Covid, Menpora Mau PON Tetap Digas

Meski demikian, dirinya mengakui ada protes kecil-kecil yang muncul. Namun menurutnya, hal seperti itu sudah terbiasa terjadi dalam event olahraga, bahkan ketika penyelenggaraan dalam situasi normal pun terjadi hal demikian.

“Dan juga penerapan protokol kesehatan secara umum saya lihat baik itu panitia penyelenggara kemudian atlet, pelatih dan tenaga pendamping menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan prosedur yang sudah disepakati atau ditetapkan oleh Satgas Covid-19,” jelasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini