Harga Telur Anjlok, Gerindra Usul Potek APBN 2022 untuk Bantu Peternak Ayam

Harga Telur Anjlok, Gerindra Usul Potek APBN 2022 untuk Bantu Peternak Ayam Kredit Foto: Antara/Adeng Bustomi

Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani meminta pemerintah untuk dapat memberikan solusi atas jatuhnya harga telur di pasar yang mencapai Rp15 ribu perkilo.

Menurutnya, hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena menyangkut sumber protein dan makanan utama rakyat kecil. 

Baca Juga: IPO Bongkar Dua Nama Kuat Gerindra Bertarung di Pilpres 2024, Siapa Bakal Menang?

"Ini tidak boleh dibiarkan karena jumlah peternak ayam petelur itu cukup besar. Ada di Jawa Timur, di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera hingga Sulawesi dan hampir di setiap provinsi ada. Jika dibiarkan akan menjadi beban baru, apalagi telur merupakan komoditas penting bagi rakyat Indonesia sejak dulu hingga sekarang. Telur telah menjadi sumber protein tinggi yang murah meriah dan sangat digemari rakyat," katanya dalam keterangannya, Kamis (7/10/2021). 

Menurut dia, ada beberapa hal yang menyebabkan harga telur menjadi anjlok. Salah satunya karena tingginya harga pakan ayam, sehingga produksi ayam petelur menjadi tinggi sebagai akibat dari penerapan PPKM. Baca Juga: Mohon Maaf Mas Sandi, Gerindra Ogah Dukung Anda Maju Pilpres 2024, Rupanya karena...

Sementara serapan di pasar masih rendah dan produksi yang melimpah tidak bisa diserap maksimal oleh pasar.

"Rendahnya harga telur dipicu oleh tingginya harga pakan. Ini menyebabkan produksi ayam menjadi mahal, sementara harga telur menjadi jatuh. Hotel-hotel dan bisnis restoran belum semuanya pulih dan normal, itulah kenapa harga telur jatuh efek dari kebijakan PPKM," jelas dia.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini