Ini Alasan Obesitas Berbahaya untuk Tubuh, Salah Satunya Picu Diabetes

Ini Alasan Obesitas Berbahaya untuk Tubuh, Salah Satunya Picu Diabetes Kredit Foto: Rawpixel/Mckinsey

Paradoksnya, pada obesitas, banyak orang menjadi resisten terhadap leptin dan memiliki kadar leptin yang lebih tinggi dari biasanya. "Leptin juga diketahui meningkatkan tekanan darah dan mungkin melakukannya dengan merangsang SNS secara berlebihan," ujar Lee.

5. Resistensi insulin

Obesitas juga dikaitkan dengan kadar insulin yang tinggi (hormon yang mengatur kadar glukosa darah). Pada obesitas, sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin yang berarti sel-sel mengalami kesulitan mengenali insulin.

Semakin banyak insulin diproduksi untuk mencoba dan mengatasi masalah ini. "Tingkat insulin yang tinggi telah terbukti meningkatkan tekanan darah, karena stimulasi SNS, tetapi juga karena efek langsung insulin untuk meningkatkan retensi natrium di ginjal," ujarnya.

6. Jantung memompa lebih keras

Menjadi gemuk menyebabkan peningkatan volume darah sehingga jantung memiliki lebih banyak cairan untuk dipompa ke seluruh tubuh. Ini memberi tekanan pada otot jantung, menyebabkannya menebal.

Saat mencoba untuk mengikuti, Anda akan merasa lebih mudah kehabisan napas dan mengembangkan tanda-tanda seperti pembengkakan pergelangan kaki.

Lemak yang disimpan di dalam dan di sekitar jantung merusak, seperti halnya sitokin yang diproduksi dalam lemak visceral, yang merusak kesehatan jantung.

Baca Juga: Wajib Tahu! Apa Itu Gula Darah?

"Orang gemuk sering mengalami peningkatan kadar troponin, enzim yang mengindikasikan kerusakan jantung, bahkan ketika mereka tidak memiliki gejala," kata Lee.

Gagal jantung adalah kondisi medis yang serius dan sekitar 50 persen dari mereka yang didiagnosis kemungkinan akan meninggal dalam lima tahun ke depan.

"Sekitar 30 ribu orang dewasa Inggris meninggal setiap tahun karena obesitas. Penyebab kematian paling umum adalah penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe-2," ujarnya.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini