Antibodi dari Vaksin Menurun Menjadi Alasan Kuat Diperlukannya Booster untuk Masyarakat

Antibodi dari Vaksin Menurun Menjadi Alasan Kuat Diperlukannya Booster untuk Masyarakat Kredit Foto: Antara/Fakhri Hermansyah

Kadar antibodi yang terbentuk dari vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dapat menyusut dalam kurun waktu tujuh bulan setelah penyuntikan dosis kedua. Pemberian dosis booster di waktu yang tepat dapat kembali meningkatkan perlindungan.

Temuan dari studi terbaru ini telah dipublikasikan pada preprint server bioRxiv. Temuan ini belum ditinjau oleh rekan sejawat atau dipublikasikan secara formal dalam jurnal medis.

Baca Juga: Ini Alasan Obesitas Berbahaya untuk Tubuh, Salah Satunya Picu Diabetes

Melalui studi ini, peneliti menganalisis sampel darah dari 46 orang dewasa muda dan paruh baya. Sampel darah diambil dua kali, yaitu sesaat setelah partisipan menerima dosis kedua vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dan enam bulan setelahnya.

Hasil studi menunjukkan bahwa vaksinasi dengan vaksin Pfizer-BioNTech tampak mendorong munculnya kadar antibodi penetral yang tinggi. Akan tetapi, setelah itu terjadi penurunan yang signifikan.

"Kadar ini menurun hampir 10 kali lipat dalam tujuh bulan," ujar peneliti kepada Reuters, dikutip Selasa (5/10).

Pada setengah partisipan, antibodi penetral tidak terdeteksi pada bulan keenam setelah dosis kedua vaksin diberikan. Khususnya, lanjut peneliti, antibodi penetral terhadap varian delta, beta, dan mu.

Sebenarnya, antibodi penetral hanya sebagian dari pertahanan sistem tubuh dalam melawan virus. Akan tetapi, keberadaan antibodi penetral tetap penting dalam memberikan perlindungan terhadap tubuh dari infeksi virus corona.

Baca Juga: Stop Langsug Tidur Setelah Makan Malam, Lakukan 2 Olahraga Ini untuk Lebih Sehat

Berdasarkan temuan ini, tim peneliti menilai dosis booster vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech perlu diberikan dalam kurun waktu 6-7 bulan setelah vaksinasi awal. Pemberian dosis booster ini dinilai mampu meningkatkan kembali proteksi dalam melawan Covid-19.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini