Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waduh, Pria Bisa Mengidap Kanker Payudara? Ternyata Oh Ternyata...

Waduh, Pria Bisa Mengidap Kanker Payudara? Ternyata Oh Ternyata... Kredit Foto: Republika
Warta Ekonomi -

Meskipun ada sejumlah mitos seputar pengobatan, gejala, dan diagnosis kanker payudara, yang paling populer adalah bahwa kondisi ini hanya menyerang wanita. Faktanya, kanker payudara juga bisa menyerang pria. 

Meskipun jarang terjadi pada pria, penting untuk mewaspadai tanda dan gejala kanker payudara baik pada pria maupun wanita. Direktur Pelayanan Payudara di Rumah Sakit Medanta, India, dr Kanchan Kaur, menjelaskan gejala kanker payudara pada wanita berupa benjolan tanpa rasa sakit sering terlewatkan sebagai tanda utama. Menurut dia, hal itu tidak jauh berbeda dari kanker payudara pada pria, namun kejadiannya sangat jarang sehingga orang sering mengabaikan kemungkinan itu.

Baca Juga: Penderita Diabetes Wajib Baca! Optimalkan Usaha Penurunan Gula Darah dengan Olahraga Ini

“Salah satu mitos terbesar yang kami hadapi sebagai dokter adalah ketika beberapa pasien mungkin merasakan benjolan, namun karena tidak nyeri, mereka pikir itu tidak berhubungan dengan kanker," ujarnya seperti dilansir di laman Times Now News, Kamis (7/10).

Masyarakat harus memahami bahwa setiap perubahan pada payudara, seperti keluarnya cairan dari puting susu, perubahan bentuk atau ukuran payudara, kemerahan pada permukaan yang gagal diobati (meski dengan obat dari dokter) harus selalu diperiksa oleh ahli onkologi.

Dia mengatakan mitos lain yang dijumpai sebagai ahli onkologi adalah bagaimana kanker payudara adalah penyakit wanita meskipun telah terbukti bahwa pria bisa terkena kanker payudara. Pada 100 kasus kanker payudara, 99 mungkin di antaranya adalah perempuan tapi satu orang bisa laki-laki.

Baca Juga: Studi Mengungkapkan Konsumsi Susu dan Keju Baik untuk Kesehatan Jantung 

Gejala kanker payudara pada pria mirip dengan gejala pada wanita. Yang paling umum adalah benjolan di payudara (yang sering kali tidak menimbulkan rasa sakit).

Sisi menyedihkan dari cerita ini adalah karena kesadaran yang rendah tentang kanker payudara pada pria, mereka lebih mungkin didiagnosis pada tahap yang jauh lebih lambat karena tidak ada yang mencurigai kanker payudara pada mereka.

Konsultan senior Onkologi Bedah Payudara dan Bedah di Nanavati Max Institute of Cancer Care, dr Garvit Chitkara, mengatakan meskipun jarang, pria juga bisa terkena kanker payudara dan menyumbang sekitar satu hingga dua persen dari semua kasus kanker payudara. "Sesuai pengamatan kami, tingkat kelangsungan hidup pria dengan kanker payudara buruk dibandingkan dengan wanita yang mungkin disebabkan oleh kurangnya kesadaran, diagnosis tepat waktu, dan pengobatan,” kata dia.

Baca Juga: Ngeri! Kesehatan Bisa Terancam Jika Megonsumsi Vitamin D Berlebihan, Hal Ini karena…

Dr Rohan Khandelwal, Pusat Payudara di Rumah Sakit CK Birla, mengatakan kesalahpahaman umum tentang ginekomastia (kanker payudara pria) adalah pemikiran bahwa pria "tidak memiliki" payudara sehingga mereka tidak dapat terkena kanker payudara. Namun, sebenarnya, kita semua memiliki jaringan payudara. 

"Biasanya, pria memiliki dada yang lebih lebar (lebih besar dari biasanya) karena lemak, tetapi terkadang pria juga dapat mengembangkan jaringan kelenjar payudara," ujarnya.

Kanker payudara dapat muncul di area mana pun di payudara. Pada pria, biasanya ditemukan di dekat puting. Kanker payudara dapat berkembang di mana saja dari tulang payudara ke ketiak atau bahkan daerah tulang selangka.

Konsultan ahli bedah onkologi di Rumah Sakit Wockhardt, Meghal Sanghvi, menjelaskan gejala kanker payudara pada pria, faktor risiko yang terlibat, dan juga berbagi beberapa tip untuk wanita sehubungan dengan manajemen kanker payudara. Dia menyebut, kanker payudara pada pria jarang terjadi, hanya satu persen kasus. 

Baca Juga: Ngeri! Anda Mengalami Sakit Gusi? Wajib Waspada karena Bisa Merujuk pada Penyakit Kronis Ini

"Namun, tanda-tandanya tetap sama untuk kedua jenis kelamin misalnya benjolan payudara yang tidak nyeri, keluarnya darah dari puting susu, benjolan atau pembengkakan di ketiak, eksim payudara, dan kulit kemerahan atau borok di payudara atau di puting," kata dia.

 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan