Eco Lifestyle Jadi Kunci Dekarbonisasi, Erick Thohir: Optimalkan Potensi Dalam Negeri

Eco Lifestyle Jadi Kunci Dekarbonisasi, Erick Thohir: Optimalkan Potensi Dalam Negeri Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, Eco Lifestyle dapat menjadi kunci sukses dekarbonisasi di lingkungan BUMN agar dapat mendorong, sekaligus memastikan transisi energi dapat berjalan dengan baik.

Meski, sejak awal ia sudah mengakui bahwa saat ini penggunaan EBT masih tergolong mahal dibandingkan dengan energi fosil. Daya saing EBT dan energi fosil yang tinggi tersebut menyebabkan industri beserta turunannya hingga konsumsi listrik berpeluang lebih mahal.

Baca Juga: Erick Thohir Tegaskan Komitmen Kementerian BUMN Dukung Transisi Energi

"Ini bukan alasan untuk memperlambat atau tidak melakukan karena kita diberikan pasar yang besar dan sumber daya yang besar. Kita bisa melakukan perubahan memonetisasi perubahan konsumsi listrik dengan EBT," katanya dalam webinar "Transisi Energi Bersih yang Ramah Lingkungan: Tekad Generasi Muda Indonesia dalam Aksi Iklim dan Energi Bersih", Jumat (8/10/2021).

Erick mengakui, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah seperti sinar matahari, angin, sungai. Karena itu, potensi pengurangan energi fosil perlu diseimbangkan dengan pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri.

Untuk menyeimbangkan tersebut, kata Erick, turunan Eco Lifestyle terjadi menjadi geothermal dan panel surya melalui monetisasi dengan mendorong tumbuhnya industri kendaraan listrik hingga penggunaan kompor listrik di Indonesia.

"Kita punya pasar yang luas dan saya mendorong perusahaan BUMN untuk melakukan inovasi daripada kerja sama yang market-nya di kita, tapi teknologi dari luar. Kita harus paksakan transformasi di kita," katanya.

Hal tersebut perlu dilakukan agar Indonesia dapat mengurangi impor dengan memastikan pasar Indonesia tidak ditunggangi dengan pertumbuhan ekonomi negara asing. Dengan pola pikir Eco Lifestyle, pembentukan Indonesia Battery Corporation dengan melibatkan CATL dan LG untuk membangun pabrik baterai listrik akan menjadi peluang besar bagi Indonesia.

"Kita juga punya pasar kendaraan listrik terbesar di ASEAN. Kita di atas Thailand. Jangan sampai baterainya impor lagi sehingga sumber daya nikel kita tidak dikirim ke luar negeri secara mentah, tapi juga perlu diproduksi di Indonesia," pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini