Banyak Relawan Dukung Maju Pilpres 2024, Ganjar: Itu Urusan Bu Mega, Saya Gak Ngurus!

Banyak Relawan Dukung Maju Pilpres 2024, Ganjar: Itu Urusan Bu Mega, Saya Gak Ngurus! Kredit Foto: Instagram/Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo konsisten masuk tiga besar survei capres 2024. Bahkan hasil survei terbaru, Gubernur Jawa Tengah itu ada di posisi dua, di bawah Prabowo Subianto. Meski begitu, Ganjar ogah bicara soal Pilpres. Dia menyerahkan masalah Pilpres ke Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Survei Capres terbaru dirilis oleh Saiful Mujani Research and Center (SMRC). Dalam survei tersebut Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, berada di posisi teratas dengan 20,7 persen. Di posisi kedua ada Ganjar Prabowo yang dipepet Anies Baswedan dengan elektabilitas masing-masing 19 persen, dan 14 persen. Baca Juga: Pakar Politik Blak-blakan: Hati-hati Pak Ganjar Pranowo

Meskipun posisi pertama, elektabilitas Prabowo mengalami penurunan dari 24,4 persen menjadi 20,7 persen. Sementara elektabilitas Ganjar meningkat dari 15,7 persen jadi 19 persen. Sedangkan Anies bertahan pada 14,3 persen. Baca Juga: Bukan Duet Prabowo-Puan, Pengamat: Prabowo-Ganjar Cocok

“Keunggulan tajam Ganjar dalam simulasi ini menunjukan Ganjar lebih mampu menarik pemilih,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani, Kamis (7/10/2021).

Meski di atas angin, Ganjar tidak jumawa. Bahkan, saat ditanya soal Capres, Ganjar menyerahkan sepenuhnya kepada Megawati. “Pokoknya, di PDIP urusan pilpres urusan Ketua Umum, Bu Mega,” ujarnya, kemarin. 

Terkait banyaknya deklarasi relawan yang mendukung dia maju Pilpres, Ganjar mengaku tidak tahu. “Saya tidak ngurus deklarator-deklarator yang muncul dari mereka,” kata Ganjar.

Ia juga menegaskan, Capres bukan menjadi fokusnya. Apalagi, saat ini dia sedang mendapat tugas baru dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin menurunkan kemiskinan.

“Ada tugas baru dari Wapres, bagaimana kemiskinan ekstrem bisa beres di bulan Desember. Dan itu menjadi tugas utama di samping mempercepat vaksin. Jadi saya ngurusi yang itulah, saya tidak ngurus deklarator-deklarator yang muncul dari mereka dan saya tidak pernah tahu,” tegas Ganjar.

Bagaimana sikap PDIP? Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno mengapresiasi sikap Ganjar yang menyerahkan soal Capres kepada Megawati.

“Sudah jelas penjelasan Sekjen PDIP. Soal pencapresan adalah wilayah kewenangan ketum. Titik. Bahkan sudah ada surat edaran agar kader tidak membicarakan soal ini,” ujar Hendrawan.

Sebelumnya, dalam surat DPP PDIP bernomor 3134/IN/DPP/VIII/2021 yang ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto pada 11 Agustus 2021 lalu melarang para kader partai berbicara dan menanggapi isu Capres 2024.

Menurut Hasto, keputusan menyangkut Pemilu dan Pilpres akan diambil oleh Megawati. “Kongres sudah mengamanatkan kepada Ibu Ketua Umum untuk memutuskan siapa Capres dan Cawapres yang akan datang dan kehendak rakyat itu sebagai panduan yang terbaik,” ujar Hasto.

Hasto menegaskan, partai akan memberikan sanksi kepada kader yang cawe-cawe soal Capres sebelum ada putusan Megawati.

“Manakala ada anggota partai yang tidak memiliki disiplin dan ikut-ikutan dalam deklarasi calon sebelum partai menetapkan, partai akan menegakkan disiplin tersebut dengan memberi sanksi organisasi,” kata Hasto.

Hasto menyebut pemilu masih jauh. Saat ini tahapan pemilu pun masih dibahas antara DPR, Pemerintah, dan KPU. Karena itu, ia berharap seluruh pihak bersabar terkait pencalonan Capres yang akan diusung.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, sikap Ganjar menyerahkan keputusan soal Pilpres kepada Megawati karena dia sedang bermain aman. Apalagi beberapa kali PDIP mengeluarkan warning buat Ganjar.

“Ganjar nggak mau grasak grusuk karena dia tidak ingin bertindak sebelum ada restu dukungan dari PDIP. Nggak mau terkesan tanpa perintah Bu Megawati,” nilai Pangi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut dia, Ganjar menjaga wibawa Megawati sebagai bosnya. Apalagi jika melangkahi kehendak Mega, sanksinya tidak main-main.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini