Ketok Palu! Akulaku Disahkan Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank Neo!

Ketok Palu! Akulaku Disahkan Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank Neo! Kredit Foto: Bank Neo

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mengesahkan PT Akulaku Silvrr Indonesia sebagai pemegang saham pengendali dalam PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) terhitung sejak 8 Oktober 2021. 

RUPSLB Kedua ini merupakan lanjutan dari rapat sebelumnya pada 20 September 2021 lalu yang mana ketika itu pengesahan Akulaku sebagai pemegang saham pengendali tertunda karena belum mencapai kuorum. Sebelumnya, per 26 Juli 2021 perseroan telah mendapatkan izin dari OJK dengan nomor SR-16/PB.1/2021 perihal Rencana Pengambilalihan Saham PT Bank Neo Commerce Tbk oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia. Baca Juga: Habis Transaksi Ratusan Miliar Rupiah, Matahari Kini Jatuh dalam Genggaman Gojek!

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan, mengatakan bahwa pengesahan Akulaku menjadi pemegang saham pengendali di BNC, ia yakin kolaborasi ini akan semakin intensif dan erat juga akan menjadi sebuah kekuatan tersendiri yang menghadirkan berbagai inovasi berkelanjutan. Salah satu kolaborasi yang semakin intensif adalah dalam penyaluran dana ke masyarakat. Baca Juga: Krakatau Steel Blak-Blakan Soal Utang Rp31 Triliun: Mulai Tahun 2011 & Gara-Gara Investasi....

"Pengalaman Akulaku dalam sisi lending menjadi nilai tambah bagi BNC sebagai bank digital sejalan dengan upaya BNC untuk memperkuat sisi lending di akhir tahun ini hingga tahun mendatang. Dukungan dari Akulaku ini semakin memperkuat ekosistem digital BNC dan membuat BNC memiliki proposisi yang berbeda dibandingkan dengan pelaku industri lainnya. Dalam skala yang lebih besar, kami yakin kolaborasi ini juga akan membantu meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia akan akses perbankan terhadap produk dan jasa keuangan yang bermanfaat dan terjangkau,” pungkasnya.

PT Akulaku Silvrr Indonesia merupakan bagian dari Akulaku Group yang menyediakan layanan di bidang e-commerce dan keuangan digital terkemuka di Asia Tenggara yang beroperasi di empat negara besar: Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia. Menargetkan pasar negara berkembang dengan kelompok konsumen yang kurang terlayani tetapi berkredibilitas dengan pertumbuhan cepat. Akulaku saat ini menyediakan layanan perbankan digital, kredit konsumen, investasi digital dan broker asuransi kepada pengguna, memenuhi kebutuhan keuangan untuk berbagai pelanggan.

Herryson, Direktur PT Akulaku Silvrr Indonesia, mengatakan bahwa investasi di BNC adalah bentuk komitmen perusahaan untuk memperkuat kolaborasi dan kapasitas ekosistem Akulaku dari sisi bank digital. Langkah ini adalah bagian dari rencana bisnis jangka panjang perusahaan untuk semakin meningkatkan pertumbuhan konsumen.

Akulaku berharap peningkatan investasi ini dapat semakin membantu dalam upaya meningkatkan aksesibilitas fasilitas perbankan untuk masyarakat luas serta mendukung percepatan inklusi keuangan di Indonesia.

"Sebagai pemegang saham pengendali, Akulaku akan selalu berkomitmen dalam mendukung usaha BNC terkait penambahan modal dan transformasi digital. Ke depannya kami berharap agar BNC dapat terus memberikan layanan perbankan digital yang dapat diandalkan serta berpartisipasi dalam peningkatan inklusi keuangan Indonesia," ujar Herryson.

Sebagai informasi, saat ini porsi kepemilikan saham di Bank Neo Commerce meliputi PT Akulaku Silvrr Indonesia sebesar 24,98%, PT Gozco Capital Indonesia sebesar 16,53%, Yellow Brick Enterprise Ltd sebesar 11,10%, Rockcore Financial Technology Co. Ltd sebesar 6,12% dan masyarakat sebesar 41,27%.

Tjandra menambahkan bahwa kolaborasi BNC dengan Akulaku akan meningkatkan literasi keuangan dan akses masyarakat Indonesia kepada lembaga keuangan khususnya perbankan, sehingga baik individu dan bisnis memiliki akses terhadap produk dan jasa keuangan yang bermanfaat dan terjangkau yang memenuhi kebutuhan mereka yang disampaikan dengan cara yang bertanggungjawab dan berkelanjutan. Di tahap awal kolaborasi ini berfokus pada sinergi ekosistem dalam beberapa lini, seperti e-commerce, P2P, dan multifinance yang nantinya dimungkinkan juga memasuki ekosistem tersebut dan menjangkau customer base Akulaku yang berjumlah tujuh juta pengguna.

“Pastinya kami mendapatkan keuntungan integrasi ekosistem antara pengguna Akulaku dan BNC yang dapat mendukung berkembangnya customer base kedua perusahaan. Selain itu, Akulaku juga berkomitmen untuk mendukung transfer of knowledge dan technology untuk bersama-sama membangun BNC menjadi bank digital yang terkemuka di Indonesia. Merupakan impian dan tujuan kami bersama untuk menyajikan institusi keuangan dan perbankan digital berkualitas yang saling melengkapi satu sama lain secara ekosistem untuk mewujudkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia,” tutup Tjandra.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini