Studi: Depresi Berat Meningkat pada Wanita Selama Pandemi

Studi: Depresi Berat Meningkat pada Wanita Selama Pandemi Kredit Foto: Republika

Studi menemukan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan peningkatan depresi berat dan gangguan kecemasan, terutama di kalangan wanita dan kaum muda. Menurut studi yang diterbitkan di jurnal medis internasional Lancet pada Jumat itu menyebutkan bahwa kaum muda menderita karena penutupan sekolah.

Kebijakan penutupan sekolah menjauhkan mereka dari teman. Sementara itu, banyak perempuan menanggung beban pekerjaan rumah tangga dan menghadapi peningkatan risiko kekerasan dalam rumah tangga. Studi yang dipimpin oleh akademisi di Universitas Queensland, Australia, mencatat bahwa 76 juta kasus tambahan gangguan kecemasan dan 53 juta gangguan depresi berat saat Covid-19 menyebar pada 2020.

Baca Juga: Terobosan Baru di Dunia Kesehatan, Ilmuwan Berhasil Obati Depresi Berat dengan Alat Ini

"Sayangnya, karena berbagai sebab, perempuan selalu terkena dampak sosial dan ekonomi yang lebih buruk dari pandemi ini," kata rekan penulis, Alize Ferrari, dilansir dari Reuters, Sabtu (9/10).

"Kepedulian tambahan dan tanggung jawab rumah tangga cenderung jatuh pada perempuan dan karena perempuan lebih mungkin menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, yang meningkat pada berbagai tahap pandemi," lanjut Ferrari.

Penutupan sekolah dan pembatasan lainnya membatasi kemampuan anak muda untuk belajar dan berinteraksi dengan teman sebayanya. Penelitian ini mencakup 48 kajian yang dilakukan sebelumnya dari seluruh dunia, dan mengumpulkan temuan mereka dalam meta-analisis untuk mengukur prevalensi gangguan kesehatan mental di 204 negara dan wilayah pada 2020. Penelitian tersebut menjadi wawasan global pertama tentang beban gangguan depresi dan kecemasan selama pandemi.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini