Prabowo Subianto Bisa Jadi Presiden RI

Prabowo Subianto Bisa Jadi Presiden RI Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani blak-blakan membeberkan mandat para kader yang meminta Prabowo Subianto maju di Pilpres 2024.

"Majunya beliau karena begitu masifnya permintaan kami semua. Majunya beliau karena begitu besar harapan rakyat, pembangunan harus berlanjut, cita-cita kita berpartai belum terwujud," tegas Ahmad Muzani dalam keterangannya, Minggu (10/10).

Baca Juga: Diungkap Gerindra, Alasan Khusus Prabowo Maju di Pilpres 2024 Terkuak

"Maka apa yang baru saudara ucapkan akan kami teruskan. Dan dengan tidak mendahului jawaban beliau, saya katakan sekali lagi, Insyaallah Pak Prabowo akan maju di Pilpres 2024," tegasnya.

Majunya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 ternyata mendapat respons positif dari PPP.

Meski belum membahas secara intens soal Pemilu 2024, sebagai partai berbasis agama.

PPP menilai Prabowo Subianto akan sukses menjadi Presiden ke-8 RI apabila dipasangkan dengan tokoh dari kalangan religius.

"Capres-nya adalah individu yang diidentifikasi sebagai sosok dari kelompok nasionalis, maka cawapres-nya yang diharap PPP adalah dari sosok yang merepresentasikan dari kalangan agamis atau religius," jelas Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani.

Menurut Arsul Sani, bahwa pola yang demikian sudah tergambarkan sejak pemerintahan Presiden ke-4 RI Abdurrachman Wahid atau Gus Dur dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.

Selanjutnya, pola tersebut berlanjut pada masa pemerintahan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Selain itu, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden JK, hingga Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Jadi, PPP melihat peluang Pak Prabowo Subianto akan cukup besar jika pasangannya adalah dari kalangan agamis-religius," kata Arsul Sani.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini