Siap-siap, Erdogan Bakal Kunjungi Indonesia pada 2022 dengan Bawa Isu Ini

Siap-siap, Erdogan Bakal Kunjungi Indonesia pada 2022 dengan Bawa Isu Ini Kredit Foto: Anadolu Agency

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berencana mengunjungi Indonesia pada 2022. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dalam kunjungan kerja resmi ke Ankara, Selasa (12/10) waktu setempat. 

"Pada pertemuan dengan Menlu Turki, kami membahas persiapan rencana kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia yang dijadwalkan pada 2022," ujar Retno dalam briefing media dari Ankara melalui channel YouTube Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (12/10/2021) malam. 

Baca Juga: Erdogan Mau Hak Turki Perkuat Pertahanannya Jangan Diusik, Amerika Dongkol Lagi

Pada Desember 2020, Erdogan sempat dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk membalas kunjungan Presiden Joko Widodo. Pada 2020 dijadikan momen kunjungan oleh sebab bertepatan peringatan 70 tahun hubungan Indonesia-Turki. 

Namun demikian mempertimbangkan kondisi masa pandemi yang belum mereda, Erdogan batal mengunjungi Indonesia pada 2021. 

Turki dan Indonesia merupakan kedua negara yang sudah menjalin hubungan erat dan hangat di berbagai bidang. Turki merupakan mitra strategis Indonesia. 

Selain membahas persiapan kedatangan Erdogan, Retno dan Menlu Turki Melvut Cavusoglu membahas sejumlah isu termasuk pada bidang kesehatan dan pemulihan ekonomi pascapandemi. 

"Kerja sama jangka pendek telah dilakukan antara lain melalui dukungan obat-obatan terapeutik, sementara untuk jangka panjang kita sudah berbicara mengenai kerja sama bidang pengadaan bahan baku obat," kata Retno. 

Retno mengatakan, kedua negara membicarakan mengenai kerja sama pemulihan ekonomi yang salah satunya berupa membentuk travel corridor arrangements (TCA). Hal ini guna memfasilitasi hubungan bisnis kedua negara dengan aman serta memperhitungkan faktor kesehatan. 

Indonesia dan Turki juga sepakat untuk mempercepat perundingan Indonesian-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA). Seperti diketahui, kedua negara pada 2018 telah memulai perundingan setelah diluncurkan. 

"Jadi dalam pertemuan tadi kita sepakat untuk mempercepat perundingan agar kita dapat menyelesaikan IT-CEPA ini secepat dan sebaik mungkin," kata Retno. "Jadi dalam pertemuan tadi kita sepakat untuk mempercepat perundingan agar kita dapat menyelesaikan IT-CEPA ini secepat dan sebaik mungkin," kata Retno. 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini